Minggu, 22 Nov 2020 13:04 WIB

Tes PCR Hidung Kanan-kiri Hasilnya Beda? Ini 5 Hal yang Mempengaruhi Akurasi

Farah Nabila - detikHealth
Upaya mengatasi penyebaran virus Corona terus dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah bantuan pun diberikan guna mempercepat penanganan COVID-19. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi akurasi tes Corona (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Beberapa tokoh beken sempat mengeluhkan hasil tes yang berbeda-beda meski dilakukan berdekatan, salah satunya bos Tesla, Elon Musk. Baru-baru ini, penyanyi Amerika Serikat Erykah Badu juga mengalami hal yang sama, bahkan disebutnya hasil tes pada hidung kiri dan kanannya berbeda.

Pengambilan sampel pada hidung kanan dan kiri pada dasarnya sama saja, karena keduanya berpangkal pada saluran yang sama. Namun jika akhirnya memberikan hasil yang berbeda, maka ada banyak kemungkinan penyebabnya.

Saat ini, tes polymerase chain reaction (PCR) merupakan tes virus Corona yang diketahui memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Sering disebut tes swab, karena pengambilan sampel dilakukan dengan usapan atau swab di area nasofaring. Cara kerja tes PCR dengan mendeteksi materi genetik virus.

Tes PCR dilakukan dengan mengambil sampel pada hidung dan tenggorokan. Pengambilan sampel di lokasi berbeda ini bertujuan untuk meningkatkan positivity rate atau kemungkinan hasil untuk menjadi positif pada pasien yang positif COVID-19.

Apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang melakukan tes PCR dua kali di tempat yang berbeda dalam waktu yang sama tetapi hasilnya berbeda?

dr Thyrza Laudamy Darmadi SpPK, spesialis patologi klinik dari RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya menjelaskan fenomena seperti itu bisa saja terjadi. Perbedaan hasil dapat disebabkan dari berbagai faktor dari saat pengambilan sampel hingga alat PCR yang digunakan.

Menurut dr Thyrza berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan perbedaan hasil tes PCR.

dr Thyrza Laudamy Darmadi, SpPK - Spesialis Patologi Klinis RS Pondok Indah Bintarodr Thyrza Laudamy Darmadi, SpPK Foto: detikFOTO

1. Teknik pengambilan sampel

dr Thyrza menyebut pengambilan sampel harus tepat karena teknik pengambilan sampel merupakan langkah awal yang perlu diperhatikan untuk menentukan hasil tes. Jika teknik pengambilan sampel sudah salah, maka virus tidak terdeteksi.

"Teknik pengambilan sampel ini kan juga menentukan hasil kan, jadi colekan nya istilahnya, colekan nya gimana pas dapet nggak si virus, itu kalau dia pada saat swab itu dia nggak kecolek, nggak kedapet, udah otomatis dia pasti yang diperiksa juga nggak ketemu benda nya," ujar dr Thyrza saat ditemui detikcom di RSPI Bintaro Jaya, Jumat (20/11/2020).

2. Rentang waktu

Pada saat melakukan tes PCR, perlu diperhatikan rentang waktu saat melakukan tes. Tes PCR dinilai lebih efektif untuk digunakan pada awal terinfeksi hingga hari ke 7. Sebab, pada minggu awal antibodi belum terbentuk, sehingga tes PCR lebih efektif untuk mendeteksi virus.

"Pada saat terinfeksi, ketika melakukan pemeriksaan sudah berapa lama, kalau dia sudah lama, otomatis PCR-nya negatif," ujarnya.

Banyaknya sampel yang diambil bisa mempengaruhi hasil. Klik halaman berikut untuk melanjutkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Alasan Orang Masih Menolak Tes Corona"
[Gambas:Video 20detik]