Sabtu, 21 Nov 2020 09:30 WIB

Hasil Tes COVID-19 Hidung Kanan-Kiri Beda, Ahli Patologi Jelaskan Kemungkinannya

Farah Nabila - detikHealth
MADRID, SPAIN - JULY 17:  Singer Erykah Badu performs on stage at Theater Circo Price on July 17, 2012 in Madrid, Spain.  (Photo by Carlos Alvarez/Getty Images) Erykah Badu dibuat bingung tes Corona, hidung kiri positif, kanan negatif COVID-19. (Foto: Getty Images/Carlos Alvarez)
Jakarta -

Penyanyi Amerika Serikat Erykah Badu dinyatakan positif COVID-19 setelah melakukan tes Corona. Tetapi ia bingung dengan hasil tesnya tersebut dan membagikan ceritanya di media sosial Twitter miliknya.

"Tidak ada gejala. Sudah diuji COVID-19, dengan mesin yang sama. Lubang hidung kiri positif, lubang hidung kanan negatif," tulis Badu yang dikutip dari laman Billboard, Jumat (20/11/2020).

"Lucunya, dokter hanya melaporkan hasil yang positif saja. Apa yang terjadi di sini," lanjutnya.

Menanggapi hal ini, dr Thyrza Laudamy Darmadi SpPK, spesialis patologi klinik dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, menjelaskan fenomena seperti itu tak umum terjadi. Sebab, biasanya hasil tes COVID-19 menggabungkan hasil swab hidung kiri dan kanan dalam satu media.

"Saya nggak pernah nemu yang kayak gitu karena biasanya kalau di kita itu, ya kalau ngambil swab hidung itu, pasti hidung kanan dan hidung kiri, dijadikan satu media," kata dr Thyrza saat ditemui detikcom di RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya, Jumat (20/11/2020).

"Nggak pernah hidung kanan diperiksa satu media sendiri, hidung kiri di media sendiri, nggak ada. Jadi biasanya hidung kanan dan kiri dijadikan satu di dalam satu media, dan satu media itu yang kita periksa. Jadi termasuk dalam satu sampel," lanjutnya.

dr Thyrza Laudamy Darmadi, SpPK - Spesialis Patologi Klinis RS Pondok Indah Bintarodr Thyrza Laudamy Darmadi, SpPK. Foto: Grandyos Zafna/detikFOTO

dr Thyrza menyebut kemungkinan fenomena ini terjadi karena ada kesalahan dalam pengambilan sampel. Bisa saja hasil negatif dari hidung kiri maupun kanan karena sampel yang diambil di hidung tidak terlalu dalam.

"Nggak sih, kalau menurut saya, bisa terjadi seperti itu bisa saja yang negatif itu memang dia tidak tercolek aja, memang tidak terkena aja gitu teknik pengambilan swab-nya," bebernya.

"Sebenarnya sih, kalau pengambilan yang benar, itu nggak masalah mau dari kanan dari kiri itu pasti dia akan ketemunya di ujung di pojok itu di satu posisi yang sama, gitu. Jadi jangan salah, bukan di lubang hidungnya, kita tuh swab bukan di lubang hidungnya, tapi di nasofaring. Nasofaring itu adalah di bagian yang ujung," pungkasnya.



Simak Video "Ilmuwan Jerman Pamerkan Alat Uji Corona Baru yang Lebih Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)