Senin, 23 Nov 2020 07:31 WIB

Millen Cyrus Ditangkap Terkait Sabu, Kenapa Sih Narkoba Ini Populer Banget?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Millen Cyrus Rapid Test Usai Ditangkap Terkait Kasus Sabu, Ini Hasilnya Millen Cyrus ditangkap terkait narkoba. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Selebgram Millen Cyrus ditangkap polisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan menyita barang bukti berupa satu buah paket narkoba jenis sabu. Hasil tes urine keponakan Ashanty itu positif narkoba.

Sabu atau methamphetamine adalah jenis narkoba yang memiliki efek samping cukup kuat. Jenis narkoba ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat dan akan memicu pelepasan senyawa dopamin.

Sabu disebut jadi salah satu jenis narkoba yang populer disalahgunakan di dunia. dr Nicole Lee dari National Drug Research Institute, Australia, menjelaskan sabu bisa jadi narkoba populer karena memiliki efek kuat dalam memicu hormon dopamin di otak. Hormon ini memicu rasa positif seperti senang, bersemangat, dan percaya diri.

"Kalau kamu menghisap sabu kamu bisa langsung high, dalam hitungan menit kamu sudah sangat high. Sementara kalau ditelan paling efeknya baru akan terasa 20 menit kemudian," kata dr Nicole seperti dikutip dari ABC Australia.

Data dari National Survey of Drug Use and Health (NSDUH) di tahun 2019, ada sekitar 2 juta orang di seluruh dunia yang menyalahgunakan methamphetamine.

Beberapa ahli menyebut salah satu alasan mengapa sabu sangat populer karena penggunaannya dapat meningkatkan hormon dopamin di otak 1.000 persen lebih tinggi dari normal. Hal tersebut membuat sabu bisa dikatakan sebagai narkoba yang paling efektif.

Sekali merasakan efeknya, pemakai akan cepat sekali merasa kecanduan. Hanya saja makin lama, terjadi toleransi yang artinya butuh dosis makin tinggi.

Dalam jangka panjang, penyalahgunaan sabu bisa merusak sistem saraf pusat.



Simak Video "Sudah Direhab Masih Terjerumus Narkoba, Ini Kata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)