Senin, 23 Nov 2020 16:00 WIB

Setengah Juta Warga RI Kena COVID-19, Ini Kilas Balik 9 Bulan Pandemi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia tembus 500 ribu di bulan kesembilan. Ada penambahan 4.442 kasus positif pada Senin (23/11/2020) sehingga total akumulasi kasus menjadi 502.110

Berdasarkan data dari Worldometers, Indonesia menempati urutan ke-21 negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia dan urutan ke-4 di Asia.

Peta sebaran COVID-19 di laman covid19.go.id menunjukkan bahwa Indonesia mendapatkan 2 kasus pertama Corona pada 2 Maret 2020. Perkembangan kasus sejak saat itu terangkum sebagai berikut:

2 Maret 2020: Kasus pertama

Positif 2
Sembuh 0
Meninggal 0

25 Juni 2020: Tembus 50 ribu kasus

Positif 50.185
Sembuh 20.449
Meninggal 2.620
Jeda waktu dari kasus pertama: 115 hari

27 Juli 2020: Tembus 100 ribu kasus

Positif 100.303
Sembuh 52.164
Meninggal 4.838
Jeda waktu dari 50 ribu kasus: 32 hari

22 Agustus 2020: Tembus 150 ribu kasus

Positif 151.498
Sembuh 105.195
Meninggal 6.594
Jeda waktu dari 100 ribu kasus: 28 hari

8 September 2020: Tembus 200 ribu kasus

Positif 200.035
Sembuh 142.958
Meninggal 8.230
Jeda waktu dari 150 ribu kasus: 17 hari

22 September 2020: Tembus 250 ribu kasus

Positif 252.923
Sembuh 184.298
Meninggal 9.837
Jeda waktu dari 200 ribu kasus: 14 hari

4 Oktober 2020: Tembus 300 ribu kasus

Positif 303.498
Sembuh 228.453
Meninggal 11.151
Jeda waktu dari 250 ribu kasus: 12 hari

16 Oktober 2020: Tembus 350 ribu kauss

Positif 353.461
Sembuh 277.544
Meninggal 12.347
Jeda waktu dari 300 ribu kasus: 12 hari

28 Oktober 2020: Tembus 400 ribu kasus

Positif 400.483
Sembuh 325.793
Meninggal 13.612
Jeda waktu dari 300 ribu kasus: 12 hari

23 November 2020: Tembus 500 ribu kasus

Positif 502.110
Sembuh 422.386
Meninggal 16.002
Jeda waktu dari 400 ribu kasus: 23 hari



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)