Rabu, 25 Nov 2020 10:35 WIB

Rusia Klaim Vaksin Corona Sputnik V Lebih Murah dari Pfizer-Moderna, Berapa?

Ayunda Septiani - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Vaksin corona Sputnik V buatan Rusia 95 persen efektif mencegah corona. Harganya di pasaran pun juga terjangkau.

Pengembang vaksin itu menyebut dari hasil analisis interim tahap dua Sputnik V, tingkat pencegahan terhadap virus corona mencapai 95 persen.

Nantinya harga per dosis suntikan untuk pasar internasional kurang dari US$ 10 atau kurang dari Rp 142 ribu. Sementara untuk warga Rusia akan mendapatkan vaksin secara gratis. Setiap individu memerlukan dua dosis suntikan. Sputnik V dapat disimpan di suhu 2 sampai delapan 8 Celsius.

"Biaya satu dosis vaksin Sputnik V untuk pasar internasional akan kurang dari US$ 10 setara Rp 141 ribu," kata Russian Direct Investment Fund (RDIF), dikutip dari CNBC, Kamis (25/11/2020).

RDIF mengklaim harga itu dua kali lebih murah dibandingkan vaksin berbasis teknologi mRNA. Pernyataan tersebut seperti merujuk pada kandidat vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna yang juga mengembangkan vaksin dari mRNA.

Vaksin Pfizer-BioNTech diperkirakan berharga sekitar US$ 20 per dosis. Sementara CEO Moderna mengatakan dua hari lalu bahwa vaksinnya akan berharga US$ 25- US$ 37 per dosis, tergantung pada jumlah yang dipesan. Keduanya membutuhkan dua dosis.

Menurut pusat penelitian Gamaleya dan Badan Investasi Langsung Rusia (RDIF) yang bekerja untuk mengembangkan Sputnik V, keampuhan vaksin 28 hari usai penyuntikan pertama mencapai 91 persen. Angka itu didapat dari 39 kasus.

Setelah 42 hari dari penyuntikan kedua, efektivitas pencegahan naik mencapai 95 persen. Meski demikian, Gamaleya dan RDIF tak mengungkap angka didapat dari berapa kasus.

"Analisis kedua dilakukan sepekan usai relawan mendapat dosis kedua, ini berarti tubuh mereka beraksi secara terpisah terhadap dua dosis itu," ucap Direktur Gamaleya Alexander Gintsburg seperti dikutip dari laman AFP.

Uji coba Sputnik V dilakukan terhadap 22 ribu relawan yang telah menerima dosis pertama dan 19 ribu relawan telah menerima suntikan pertama dan kedua. Uji coba vaksin Sputnik V dilakukan di Uni Emirat Arab, Venezuela, Belarusia, dan beberapa negara lainnya.

Sputnik V mengikuti jejak vaksin Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca yang sudah mengumumkan efektivitas sekitar 90 persen.



Simak Video "Serba-serbi Sputnik-V yang Sudah Dapat EUA BPOM"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)