Rabu, 25 Nov 2020 11:33 WIB

Ini 3 Faktor yang Membuat Seseorang Lebih Mudah Menularkan Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Covid-19: Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona 3 faktor yang membuat seseorang lebih bisa menularkan COVID-19. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal The Lancet menunjukkan, seseorang yang terinfeksi COVID-19 kemungkinan besar bisa menularkan virus Corona lima hari pertama setelah gejala muncul.

Pada studi yang sama juga menunjukkan pasien COVID-19 tanpa gejala atau asimtomatik bisa membersihkan virus lebih cepat dari tubuh, bahkan menular dalam waktu yang lebih singkat. Para peneliti menganalisis data dari 98 studi sebelumnya terkait penularan infeksi virus Corona dan melihat tiga faktor kunci yaitu:

  • Viral load, yaitu jumlah virus yang terdeteksi di dalam tubuh melalui berbagai tahap infeksi.
  • Viral RNA shedding atau lamanya waktu seseorang melepaskan materi genetik virus.
  • Isolasi virus hidup, tempat virus hidup diisolasi dan diuji untuk melihat apakah virus tersebut berhasil berkembang biak di laboratorium.

Mereka menemukan bahwa viral load SARS-CoV-2 COVID-19 memuncak di saluran pernapasan bagian atas pada awal infeksi, antara timbulnya gejala hingga hari kelima. Temuan ini menjadi penting, karena virus di saluran pernapasan bagian atas dianggap sebagai sumber utama penularan.

"Temuan kami sejalan dengan studi pelacakan kontak yang menunjukkan, sebagian besar penularan terjadi sangat awal terutama dalam lima hari pertama setelah timbulnya gejala. Ini menunjukkan pentingnya isolasi diri sesegera mungkin setelah gejala muncul," kata penulis utama studi, Dr Muge Cevik dari Universitas St Andrews yang dikutip dari Huffington Post, Rabu (25/11/2020).

"Kami juga perlu meningkatkan kesadaran publik tentang berbagai gejala yang berkaitan dengan penyakit tersebut, termasuk gejala ringan yang mungkin terjadi lebih awal selama infeksi, dibandingkan gejala yang lebih menonjol seperti batuk atau demam," lanjutnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencantumkan gejala-gejala yang mungkin muncul setelah terinfeksi COVID-19, yaitu:

  • Gejala yang paling umum, seperti demam, batuk kering, dan kelelahan.
  • Gejala yang kurang umum, yaitu sakit dan nyeri, sakit tenggorokan, diare, konjungtivitis, sakit kepala, kehilangan kemampuan indra penciuman atau perasa, ruam kulit, hingga perubahan warna pada jari tangan atau kaki.
  • Gejala serius, misalnya seperti kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri seperti ada tekanan pada dada, hingga kehilangan kemampuan bicara dan bergerak.

"Beberapa penelitian juga menemukan bahwa orang yang terinfeksi tanpa gejala mungkin sama menularnya dengan mereka yang bergejala pada awal infeksi. Tetapi, bisa menular dalam waktu yang lebih singkat," kata Cevik.

Meski begitu, Cevik mengatakan perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang penularan virus Corona ini, terutama pada mereka yang asimtomatik. Dan mungkin perlu adanya pertimbangan terkait durasi karantina untuk para pasien COVID-19.



Simak Video "Ciri-ciri Gejala Corona pada Lidah"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)