Kamis, 26 Nov 2020 13:31 WIB

Perbandingan Efek Samping Vaksin COVID-19, dari AstraZeneca hingga Sputnik V

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksin Covid-19: Negara-negara termiskin di dunia tak boleh terinjak-injak dalam perebutan vaksin corona, menurut WHO Efek samping kandidat vaksin COVID-19. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Sampai saat ini, para ilmuwan masih berlomba-lomba untuk menghasilkan vaksin COVID-19 yang efektif mencegah penularan virus Corona. Bahkan beberapa di antaranya sudah menunjukkan efektivitas lebih dari 90 persen.

Namun, seperti vaksin pada umumnya, vaksin COVID-19 ini juga melaporkan adanya efek samping yang dirasakan relawan saat mendapatkan suntikan uji coba. Mulai dari nyeri hingga demam.

Berikut ini berbagai perbandingan efek samping dari beberapa kandidat vaksin COVID-19, yang telah dirangkum detikcom.

1. AstraZeneca

Vaksin COVID-19 yang dikembangan AstraZeneca dan Universitas Oxford ini menunjukkan rata-rata 70 persen efektif. Para peneliti pun meyakini data efektivitas 90 persen bisa didapatkan, sebelum vaksin tersebut bisa digunakan secara luas.

Terkait efek sampingnya, dua relawan pun mengungkapkan hal yang mereka rasakan setelah mendapat suntikan vaksin tersebut. Tetapi, efek samping yang mereka rasakan tidak berangsur lama.

- Nyeri sendi dan demam

Relawan bernama Darren Lipomi, seorang profesor Departemen Teknik Nano di Universitas California San Diego mengeluhkan nyeri sendi ringan dan merasa kedinginan selama 36 jam usai disuntik.

"Rasanya seperti saya terkena flu yang cukup parah, tetapi tanpa gejala pernapasan,"

"Saya mengkonsumsi parasetamol setelah saya secara resmi mengalami "demam", dan kemudian ibuprofen dan unisom (tablet tidur) sebelum tidur. Keesokan paginya aku merasa cukup sehat, dengan rasa sakit yang menetap di persendianku," lanjutnya.

- Nyeri tubuh dan sakit kepala

Sementara relawan lainnya yaitu seorang ginekologi dari Greenwood Indiana, Dr Emily Cline, sehari usai disuntik pada 13 November sempat mengalami nyeri di tubuh dan sakit kepala yang intens.

"Prosesnya sangat teliti. Ada kuesioner yang sangat panjang yang meliputi data demografi, riwayat kesehatan, diikuti dengan kunjungan medis yang mencakup riwayat, dan pemeriksaan fisik," cerita Emily.

2. Moderna

Salah satu vaksin COVID-19 lainnya yaitu yang dikembangkan oleh Moderna juga disebut menjadi kandidat yang potensial untuk menangkal penularan Corona. Ini karena vaksin tersebut memiliki efikasi sebesar 94,5 persen, menjanjikan, dan menimbulkan efek samping yang ringan.

- Demam ringan

Demam ringan yang terjadi usai mendapatkan suntikan vaksin ini bukan menjadi pertanda yang mengkhawatirkan. Ini terjadi saat senyawa biokimia mengaktifkan sel kekebalan, dan membuat penanda inflamasi tertentu meningkat dan menyebabkan demam, kemerahan, atau pembengkakan.

Sebagian besar efek samping akan menghilang dengan sendirinya 2-3 hari pasca inokulasi. Demam ini juga bisa menjadi pertanda bahwa tubuh mulai memproduksi antibodi.

- Tangan pegal dan nyeri

Efek samping berupa nyeri dan pegal di lengan tempat vaksin disuntikkan umum terjadi, meski dengan vaksin apapun itu. Rasa nyeri ini bisa disebabkan karena nyeri otot dan merupakan respon alami tubuh terhadap benda asing, yang akan hilang setelah 1-2 hari.

- Kelelahan

Selain itu, para relawan juga merasa kelelahan pasca suntikan. Ini kemungkinan karena reaksi dari virus yang masuk ke tubuh, yang kemudian menghasilkan respons inflamasi dan antibodi yang diperlukan.

Pada hari pertama suntikan, umumnya juga akan merasa ngantuk dan lelah.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Chili Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Corona Sinovac"
[Gambas:Video 20detik]