Kamis, 26 Nov 2020 14:03 WIB

WHO Investigasi Wuhan soal Asal Usul Virus Corona, Benar dari Kelelawar?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close up shot of a bat yawning. You can clearly see the animals tongue. This is a fruit bat and the shot was taken in Melbourne, Australia. Ilustrasi kelelawar. (Foto: Getty Images/iStockphoto/CraigRJD)
Jakarta -

Asal-usul virus Corona COVID-19 hingga kini masih menjadi misteri. Meskipun pertama kali dilaporkan muncul di Wuhan, China, belakangan para peneliti menunjukkan bukti kasus Corona lebih dulu terjadi di luar China.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyebut tidak bisa mengesampingkan dugaan tersebut dan mungkin saja jika Corona lebih dulu menyebar sebelum dilaporkan di Wuhan pertama kali. Investigasi asal-usul COVID-19 disebut telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, tetapi hasilnya belum kunjung ditemukan.

Dikutip dari Reuters, kini pihak WHO pun ingin kembali ke pasar basah Wuhan, awal kasus Corona dilaporkan. Hal ini untuk mengetahui bagaimana COVID-19 mungkin pertama kali menyebar dari kelelawar.

Peter Ben Embarek, pakar penyakit hewan WHO, mengatakan bahwa tim ingin mewawancara ulang kasus awal COVID-19 dan menemukan pekerja yang terinfeksi di awal wabah, yang mungkin memiliki 'informasi penting' tentang di mana mereka mungkin tertular virus Corona baru atau COVID-19.

"Tidak ada yang menunjukkan bahwa itu (COVID-19) adalah buatan manusia," katanya, mengulangi pandangan WHO dan sebagian besar ilmuwan.

"Sebelum Desember 2019 kami tidak benar-benar tahu apa yang terjadi, kami tidak tahu bagaimana virus Corona COVID-19 melompat dari lingkungan alam yang paling mungkin dalam populasi kelelawar ke manusia. Dan sedikit sejarah itulah yang perlu kita rekonstruksi," kata Ben Embarek dalam acara media sosial pada hari Rabu.

China menjamin dukungan penuh investigasi WHO soal asal-usul wabah COVID-19

"WHO telah mendapat jaminan dari China bahwa kunjungan lapangan internasional untuk menyelidiki asal-usul virus Corona baru akan diatur sesegera mungkin," kata pakar darurat topnya Mike Ryan pada hari Senin.

Peneliti China sedang melakukan studi epidemiologi pada kasus COVID-19 dan kondisi awal di pasar Wuhan, sementara tim internasional yang terdiri dari 10 ahli akan melakukan studi fase 2.

Amerika Serikat, dan pada tingkat yang lebih kecil, beberapa delegasi Eropa, telah mengajukan pertanyaan tentang penundaan tersebut dan mencari jadwal kunjungan para ahli internasional, kata para diplomat.

Pakar penyakit hewan WHO Ben Embarek berkata 'belum terlambat' untuk penyelidikan asal usul wabah COVID-19.

"Apa yang ingin kami lakukan dengan tim internasional dan mitra di China adalah kembali ke lingkungan Wuhan, mewawancarai ulang kasus awal secara mendalam, mencoba menemukan kasus COVID-19 lain yang tidak terdeteksi pada waktu itu dan mencoba melihat kalau kita bisa mendorong kembali sejarah kasus pertama," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "WHO Sebut Pandemi Corona Tahun Kedua Lebih Buruk"
[Gambas:Video 20detik]