Kamis, 26 Nov 2020 14:35 WIB

Peneliti Temukan Virus Kerabat SARS-COV-2 di Kelelawar dari Kamboja

Firdaus Anwar - detikHealth
Researchers put on PPE suits and stand in front of a cave entrance as they prepare to catch bats at Sai Yok National Park in Kanchanaburi province, west of Bangkok, Thailand, Friday, July 31, 2020. Researchers in Thailand have been trekking though the countryside to catch bats in their caves in an effort to trace the murky origins of the coronavirus.(AP Photo/Sakchai Lalit) Peneliti berusaha memecahkan teka-teki virus Corona pada kelelawar. (Foto ilustrasi: AP/Sakchai Lalit)
Jakarta -

Hampir setahun virus Corona SARS-COV-2 penyebab COVID-19 mewabah di dunia. Ada banyak hal yang masih belum diketahui terkait asal-usul virus SARS-COV-2, kecuali laporan awal temuan kasusnya di daerah kota Wuhan, China, pada akhir 2019 lalu.

Dalam upaya memecahkan misteri ini, sebagian peneliti berusaha mencari sampel yang dapat jadi petunjuk. Laporan terbaru menyebut peneliti Kamboja untuk pertama kalinya menemukan virus baru kerabat dari SARS-COV-2 pada kelelawar di luar China.

Veasna Duong dari Institut Pasteur du Cambodge menjelaskan bahwa virus ditemukan pada dua sampel kelelawar dari spesies Rhinolophus shameli yang ditangkap dan dibekukan pada tahun 2010 lalu di bagian utara Kamboja. Sekuensing RNA (ribonucleic acid) virus menemukan kemiripan dengan SARS-COV-2.

"Ini adalah virus yang selama ini kita cari dan kita menemukannya," kata Duoang seperti dikutip dari Nature pada Kamis (26/11/2020).

Proses sekuensing atau pengurutan RNA virus tersebut masih belum selesai sepenuhnya sehingga temuan belum diterbitkan di jurnal ilmiah.

Sejauh ini kerabat dari SARS-COV-2 terdekat adalah virus Corona dengan sebutan RaTG13 yang ditemukan pada sampel kelelawar di China. Virus RaTG13 memiliki 96 persen kemiripan genetik dengan SARS-COV-2.



Simak Video "Negara Bebas Corona, Mana Saja Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)