Jumat, 27 Nov 2020 11:25 WIB

Hasil Inspeksi BPOM dengan MUI soal Sinovac: Vaksin COVID-19 Dipastikan Halal

Ayunda Septiani - detikHealth
Berisiko Picu Kanker, 67 Batch Obat Asam Lambung Ranitidin Ditarik BPOM. Kepala BPOM Penny K Lukito BPOM pastikan vaksin Sinovac halal. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth)
Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan soal unsur kehalalan vaksin Corona COVID-19 buatan Sinovac sangat penting bagi Indonesia. Ia menyebut bahwa vaksin Sinovac memenuhi syarat kehalalan.

"Alhamdulillah dari aspek mutu dari hasil yang didapatkan inspeksi BPOM, Bio Farma dan Majelis Ulama Indonesia, aspek halalnya bisa dikatakan sudah memenuhi, sudah sesuai aspek obat yang baik," jelas Penny dalam konferensi pers Kamis (26/11/2020).

Hal ini berdasarkan infeksi yang dilakukan bersama MUI dan Kemenkes ke pabrik Sinovac di Beijing, China, beberapa waktu lalu. Selain soal kehalalan vaksin, aspek mutu dan keamanan vaksin ini juga dianggap baik.

Sementara itu dari segi efficacy atau khasiat, melalui data 1 bulan akan ada kabar menggembirakan. Vaksin Sinovac menghasilkan kekebalan ke relawan uji klinis III di Bandung.

Namun untuk mengeluarkan izin darurat, BPOM pun harus menggunakan data interim pengamatan 3 bulan. Selain itu, data itu akan dipadukan dengan data dari negara lain, seperti Brasil.

"Aspek keamanan akan terus kita pantau selama tiga bulan, nanti enam bulan penuh ke depan. Kita butuh vaksin yang tidak hanya bermutu dan aman, tapi juga efektif, memiliki khasiat yang baik," pungkasnya.



Simak Video "Alasan Vaksin Corona EUA Ditunda hingga Januari 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)