Minggu, 29 Nov 2020 15:01 WIB

Terkait Hasil Swab Habib Rizieq, Ini Risiko Jika Status COVID-19 Dirahasiakan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, memimpin langsung aksi unjukrasa penolakan ajang Miss World 2013 di Indonesia, yang dilakukan oleh ratusan massa FPI, di depan kantor MNC Group, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (06/09). File/detikFoto. Habib Rizieq Shihab. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Polemik hasil swab Habib Rizieq membuat pihak rumah sakit tempatnya dirawat ditegur karena dianggap tidak kooperatif. Ketua Front Pembela Islam (FPI) ini sebelumnya menyebut tidak berkenan hasil swab tesnya disampaikan.

Mengenai rekam medis, memang ada undang-undang yang menjamin kerahasiaan pemeriksaan pasien. Isi rekam medis merupakan milik pasien dan sifatnya rahasia.

Namun ada pengecualian jika menyangkut wabah atau pandemi. Dijelaskan oleh Ketua Kompartemen Jaminan Kesehatan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr Daniel Wibowo, ada baiknya jika pasien memberikan data kepada pihak terkait untuk keperluan tracing.

"Kalau nggak dibuka kan kita nggak bisa melihat kontak eratnya. Jadi memang dibuka untuk kepentingan tracing, bukan publikasi," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (29/11/2020).

Ia juga menyebut saat ini idealnya yang sekarang menjadi acuan adalah UU mengenai penanganan wabah. Sehingga untuk mencegah penularan lebih luas, dr Daniel mengatakan pihak berwenang bisa melakukan pemaksaan untuk membuka rekam medis, tapi hanya untuk keperluan penanganan wabah bukan disebarkan ke publik.

"Pasien kan memang punya hak, karena semua milik pasien. Mereka punya hak menolak. Tapi kalau tidak mau, pasien harus bertanggung jawab untuk mencegah penularannya sendiri," tutupnya.



Simak Video "Daftar RS yang Sudah Berlakukan Biaya Tes Swab Rp 900 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)