Senin, 30 Nov 2020 11:35 WIB

Disorot Jokowi karena Kasusnya Melonjak, Ini Sebaran COVID-19 di Jateng

Ayunda Septiani, Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Sebaran kasus COVID-19 di Jawa Tengah. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti dua wilayah dengan lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini. DKI Jakarta dan Jawa Tengah disebutnya perlu perhatian khusus.

"Saya ingatkan bahwa ada dua provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus, karena peningkatan dalam minggu ini, dalam 2-3 hari ini, peningkatannya sangat drastis sekali yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta," tegas Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Jokowi mengingatkan bahwa secara nasional jumlah kasus aktif mengalami peningkatan dibanding pekan sebelumnya.

"Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis. Hati-hati berdasarkan data yang saya terima, 29 November, kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen," ujarnya.

"Meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia, tapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu. Minggu yang lalu masih 12,78, sekarang 13,41," lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo saat dikonfirmasi menyebut masifnya pemeriksaan menjadi salah satu faktor yang memicu lonjakan kasus di wilayahnya. Sebagian besar kasus bahkan ditemukan pada orang tidak bergejala atau OTG.

"Tes kita minggu ini meningkat, konsekuensinya temuannya banyak, 90 persen OTG," kata Yulianto saat dikonfirmasi, Minggu (29/11/2020).

Berikut sebaran kasus positif virus Corona di Jawa Tengah dikutip dari laman resmi Corona.jatengprov.go.id per Senin (30/11/2020).

Kota Semarang: 8.682 kasus

Kudus: 2.548 kasus

Kendal: 2.544 kasus

Jepara: 2.513 kasus

Kebumen: 2.344 kasus

Magelang: 2.332 kasus

Demak: 2.290

Wonosobo: 2.081

Semarang: 1.625 kasus

Sukoharjo: 1.580 kasus

Boyolali: 1.578 kasus

Tegal: 1.360 kasus

Pemalang: 1.351 kasus

Temanggung: 1.345 kasus

Cilacap: 1.342 kasus

Sragen: 1.313 kasus

Banyumas: 1.288 kasus

Kota Surakarta: 1.239

Klaten: 1.199 kasus

Blora: 1.171 kasus

Karanganyar: 1.141

Batang: 1.086 kasus

Pati: 1.082 kasus

Purworejo: 1.033 kasus

Rembang: 996 kasus

Brebes: 955 kasus

Pekalongan: 888

Grobongan: 764 kasus

Banjarnegara: 697 kasus

Purbalingga: 681 kasus

Wonogiri: 652 kasus

Kota Tegal: 639 kasus

Kota Pekalongan: 622 kasus

Kota Magelang: 525 kasus

Kota Salatiga: 406 kasus



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)