Senin, 30 Nov 2020 18:30 WIB

Naik Tajam, Jumlah Kasus Corona di Kudus Peringkat 2 se-Jateng

Dian Utoro Aji - detikHealth
Petugas kepolisian memantau penerapan protokol kesehatan saat Operasi Yustisi COVID-19 di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/11/2020). Menurut data Satgas Penanganan COVID-19 per 29 November 2020, wilayah Jawa Tengah menempati peringkat pertama dalam penambahan kasus harian nasional yakni mencapai 2.036 orang sedangkan total kasus sembuh sebanyak 760 orang dan meninggal 73 jiwa, sementara itu secara nasional kasus tambahan harian mencapai 6.267 kasus dengan angka kumulatif pasien positif di Indonesia mencapai 534.266 orang. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww. COVID-19 di Jateng. (Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)
Jakarta -

Kasus virus Corona COVID-19 di Kabupaten Kudus menjadi penyumbang terbanyak kedua di Jawa Tengah. Jumlah keseluruhan kasus Corona di Kota Kretek saat ini mencapai 2.560 orang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Memang kasus Corona terus meningkat di Kudus. Kasus COVID-19 masih mendominasi di Jawa Tengah nomor 2," kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat dihubungi detikcom, Senin (30/11/2020).

Dari data penyebaran COVID-19, corona.kuduskab sampai Senin pukul 13.00 WIB, kasus aktif ada sebanyak 231 terkonfirmasi positif Corona. Kemudian sembuh ada 2.047 kasus, lalu meninggal dunia ada 282 kasus terkonfirmasi positif Corona. Jika keseluruhan ada sebanyak 2.560 kasus orang terkonfirmasi positif Corona.

Meskipun demikian, kata Hartopo Kudus masuk zona oranye. Hal tersebut karena angka kematian di Kudus yang terbilang rendah.

"Artinya resiko kematian rendah, sehingga zona kita oranye. Bukan merah," ujar dia.

Hartopo mengatakan, lonjakan kasus ini karena banyaknya hajatan pernikahan yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Sebelumnya juga wisata setelah ada libur panjang akhir pekan.

"Ini mempunyai kiat sosialisasi melalui camat ke desa. Terkait monitoring penerapan protokol kesehatan. Karena ini Kudus ini orang hajatan, potensi terbesar ini adalah dari hajatan," jelas Hartopo yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus.

"Yang besar hajatan, wisata nomor dua lah. Yang saya anggap nomor satu adalah hajatan," sambung dia.

Kedepan, pihaknya akan menindak tegas jika ada hajatan yang abai dengan protokol kesehatan. Satgas tidak main - main akan membubarkan hajatan yang melanggar protokol kesehatan.

"Termasuk hajatan kemarin ditungguin semua. Aparat masuk ke sana. Ikut mengatur semunya. Kalau tidak mau diatur akan dibubarkan. Jadi jangan dikira galak. Tapi ini demi keselamatan masyarakat Kudus," tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, sebaran kasus COVID-19 di Jawa Tengah menaik tajam. Bahkan terbanyak se-Indonesia per Senin (30/11). Adapaun sebaran kasus Corona palinga banyak Kota Semarang, Kudus, Kendal, Jepara, dan Kebumen.



Simak Video "Virus Corona Disebut Sudah Menyebar di Italia Sejak September 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)