Selasa, 01 Des 2020 13:46 WIB

Dokumen Rahasia Bocor, Ungkap Kesalahan China di Awal Wabah Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rumah sakit khusus untuk pasien virus corona telah selesai dibangun di Wuhan, China. Petugas medis pun mulai memindahkan para pasien ke rumah sakit khusus itu Penanganan COVID-19 di China. (Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP Photo)
Jakarta -

Sebuah laporan dokumen bertanda 'dokumen internal, harap tetap rahasia' milik China terungkap. Hal ini berkaitan dengan data penanganan dan kasus COVID-19 di China.

Dalam dokumen tersebut, China mencatat 5.918 kasus baru COVID-19 yang terdeteksi pada 10 Februari. Rupanya, angka ini dua kali lipat lebih tinggi dari yang dikaporkan pada tanggal tersebut.

Dikutip dari CNN, angka COVID-19 yang lebih besar di China ini tak pernah terungkap karena pemerintah di sana cenderung meremehkan keparahan wabah COVID-19, kala menghadapi kekacauan di minggu-minggu awal pandemi.

Angka yang dirahasiakan sebelumnya tercantum di antara serangkaian pengungkapan penanganan COVID-19 lainnya dalam dokumen dengan 117 halaman, yang bocor dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Hubei, dibagikan dan diverifikasi oleh CNN.

Secara keseluruhan, dokumen tersebut merupakan kebocoran paling signifikan dari China sejak awal pandemi, dan memberikan beberapa kesimpulan yang jelas tentang apa yang diketahui secara internal oleh otoritas lokal terkait pandemi COVID-19.

Salah satu poin yang paling menonjol dalam data tersebut adalah keterlambatan penanganan pandemi COVID-19 di awal wabah. Meski pihak berwenang Hubei, China, menjelaskan kasus COVID-19 di awal wabah secara efisien dan transparan, dokumen tersebut menunjukkan bahwa pejabat kesehatan lokal mengandalkan mekanisme pengujian dan pelaporan yang cacat.

Sebuah laporan dalam dokumen dari awal Maret mengatakan waktu rata-rata antara timbulnya gejala hingga diagnosis yang dikonfirmasi COVID-19 adalah 23,3 hari, yang menurut para ahli kepada CNN akan secara signifikan menghambat langkah-langkah untuk memantau dan memerangi COVID-19.

Klaim China beberapa waktu lalu yang bersikeras menyampaikan transparansi terkait wabah COVID-19 langsung terbantah dengan adanya kebocoran dokumen tersebut.

"Jelas mereka melakukan kesalahan dan bukan hanya kesalahan yang terjadi ketika Anda berurusan dengan virus baru juga kesalahan birokrasi dan bermotif politik dalam cara mereka menanganinya," kata Yanzhong Huang, seorang rekan senior untuk global kesehatan di Council on Foreign Relations, yang telah banyak menulis tentang kesehatan masyarakat di China.

Terungkapnya dokumen tersebut bertepatan dengan desakan Amerika Serikat dan Uni Eropa kepada China untuk benar-benar mencari tahu asal-usul COVID-19. Sejauh ini, WHO menegaskan telah diberi jaminan penuh oleh China untuk mendapat akses terkait investigasi asal COVID-19.

Namun, beberapa waktu lalu, akses para ahli internasional soal catatan medial RS dan data kasus di Hubei, China, telah dibatasi. Dokumen-dokumen ini diserahkan kepada CNN oleh pelapor yang tak disebutkan namanya, mereka mengaku hanya ingin mengungkap kebenaran yang selama ini telah ditutupi.



Simak Video "Cara Cegah Disease X Agar Tak Jadi Pandemi Setelah Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)