Kamis, 03 Des 2020 17:01 WIB

Rekor 8 Ribu Kasus Baru, Satgas COVID-19 Beberkan Alasannya

Ayunda Septiani - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Nakes COVID-19. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Kamis (3/12/2020) mencatat rekor baru sebanyak 8.369 kasus positif. Total positif jadi 557.877, sembuh 462.553, dan meninggal 17.355.

Dengan kenaikan kasus positif Corona yang meningkat pada hari ini, Juru bicara Satgas Pengendalian COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut kenaikan angka yang signifikan disebabkan karena sistem untuk pencatatan, laporan untuk kasus COVID-19 belum optimal.

"Ada beberapa provinsi yang memiliki perbedaan data dengan pusat, seperti Jateng, Jabar dan Papua. Berdasarkan data dari kemenkes, pada hari ini terdapat penambahan kasus yang sangat signifikan, yaitu 8.369 kasus," jelas Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di Sekretariat Presiden, Kamis (3/12/2020).

"Angka yang sangat tinggi ini disebabkan karena sistem yang belum optimal untuk mengakomodasi pencatatan, laporan, dan validasi data dari provinsi secara realtime," tambah Wiku.

Wiku mencontohkan salah satu provinsi dengan kenaikan yang signifikan adalah Papua. Ia menyebut 1.755 kasus yang mana merupakan akumulasi tambahan kasus positif sejak tanggal 19 November hingga hari ini.

Selain itu, Wiku meminta kepada kepala daerah yang masih memiliki perbedaan data untuk segera melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat segera mungkin.



Simak Video "Daftar Vitamin untuk Jaga Imunitas Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)