Jumat, 04 Des 2020 07:32 WIB

Kata Relawan soal Efek Samping Vaksin COVID-19 Pfizer Berteknologi mRNA

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Covid-19: Apakah mungkin akan ada lebih dari satu vaksin virus corona? Kata relawan soal efek samping vaksin COVID-19 mRNA. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Ada dua vaksin COVID-19 yang menunjukkan hasil akhir uji klinis dengan efektivitas melebihi 90 persen. Adalah vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna yang juga dikembangkan Universitas Oxford.

Keduanya sama-sama menggunakan teknologi baru yaitu vaksin mRNA. Cara kerja vaksin COVID-19 mRNA ini adalah memberi instruksi pada tubuh dalam bentuk messenger RNA, untuk membuat sebagian kecil dari virus Corona tertentu (SARS-CoV-2), khususnya spike protein.

Ketika tubuh mendapatkan instruksi ini, ia mulai memproduksi spike protein. Hal ini nantinya memicu sistem kekebalan kita, yang mengenali spike protein sebagai 'asing', untuk membuat antibodi yang melawannya.

Jadi, ketika terinfeksi virus yang sebenarnya, tubuh kita sudah siap untuk melawannya. Namun, karena teknologi baru, tak sedikit yang khawatir terkait efek samping yang dirasakan.

Kata relawan soal efek samping vaksin mRNA

Salah satu peserta dalam uji coba vaksin COVID-19 Moderna menggambarkan bagaimana rasanya disuntik vaksin COVID-19 mRNA.

Diceritakan Yasir Batalvi, seorang lulusan perguruan tinggi berusia 24 tahun, yang baru-baru ini yang tinggal di daerah Boston. Awalnya ia mendaftar uji coba vaksin COVID-19 mRNA di situs web NIH pada awal Juli, karena dia merasa tergerak untuk melakukan sesuatu demi membantu mengatasi pandemi Corona.

"Suntikan yang sebenarnya terasa, pada awalnya, seperti suntikan flu, yang pada dasarnya hanya sedikit di sisi lengan Anda," kata Batalvi kepada Kepala Koresponden Medis CNN Dr Sanjay Gupta.

"Begitu saya meninggalkan rumah sakit, malam itu, kekakuannya menjadi sedikit lebih buruk. Itu pasti bisa ditangani, tetapi Anda sepertinya tidak benar-benar ingin menggerakkan lengan Anda terlalu jauh di atas bahu Anda. Tetapi efek sampingnya cukup terlokalisasi. Maksud saya, itu hanya di otot di lengan Anda. Dan itu saja. Itu tidak benar-benar mempengaruhi apa pun dan Anda merasa baik-baik saja," curhatnya.

Namun, gejala yang timbul pasca suntik dosis pertama cukup berbeda dengan dosis kedua yang ia dapatkan. Gejala yang timbul pasca disuntik vaksin COVID-19 kedua adalah demam ringan, kelelahan, serta sedikit kedinginan.

Sementara itu. beberapa orang dari total relawan vaksin COVID-19 PfIzer mengalami efek samping seperti sakit kepala dan nyeri otot pada suntikan pertama. Relawan asal Austin, Texas, Glenn Deshields (44) mengatakan merasa 'pengar yang parah' dan rasa seperti mabuk, meski hilang dengan cepat.

Lalu efek samping lainnya juga dirasakan Carrie dari Missouri usai menerima vaksin COVID-19 Pfizer seperti merasakan sakit kepala, nyeri tubuh, dan demam.

Meski saat pemberian vaksin para relawan tidak mengetahui apakah mereka menerima vaksin atau plasebo, Carrie yakin yang dirasakannya ini karena vaksin COVID-19 tersebut.

Perlu diketahui, vaksin COVID-19 mRNA ini membutuhkan dua dosis. Satu disebut untuk menjaga tubuh dan kemudian beberapa minggu kemudian harus menerima dosis vaksin kedua untuk meningkatkan respons.



Simak Video "Vaksin China Disebut Menjanjikan, Trump Siap Kerja Sama"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)