Jumat, 04 Des 2020 16:21 WIB

Jadi Pasien Pertama di Kota Bogor, Bima Arya Ceritakan Rasanya Kena Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya menceritakan rasanya saat terinfeksi virus Corona COVID-19. Kala itu, tanggal 17 Maret 2020, ia sedang rapat dengan Dinas Kesehatan dan jajarannya untuk membahas penanganan COVID-19 di Kota Bogor.

"Kita membahas satu hal yang menurut kita penting banget, orang Bogor susah banget dikasih tahu. Orang Bogor diberitahu ancaman COVID, walaupun belum ada kasusnya (saat itu), susah banget," kata Bima Arya dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Jumat (4/12/2020).

Dalam rapat tersebut, Bima Arya yang baru berpulang dari Turki merasa tidak enak badan dan menduga ini hanyalah jet lag. Hingga akhirnya, karena sedikit kesal dengan warga Bogor yang saat itu sulit diberitahu tentang bahaya COVID-19, ia mengatakan "masa harus ada yang positif baru orang Bogor ngerti bahwa COVID itu berbahaya?".

"Sejam kemudian saya ditelepon Pak Gubernur bahwa hasil swab saya positif. Jadi malam itu langsung saya dibawa ke rumah sakit dan mulailah masa-masa berat selama 22 hari di rumah sakit. Gejalanya seperti demam berdarah, lemas, pusing, mual, tapi plus batuk-batuk," jelas Bima Arya.

Bima Arya pun menjadi pasien Corona pertama di Kota Bogor. Namun, sekarang ia telah pulih dari COVID-19.

Meski begitu, Bima Arya mengaku usai sembuh dari COVID-19 hingga kini ia masih suka merasa cepat lelah dan badan seperti meriang.

"Jadi ada dua hal yang masih saya suka rasakan. Pertama, mudah lelah kadang-kadang, kalau dulu dari subuh sampai malam jalan, sekarang sore-sore kita harus sudah atur," keluhnya.

"Kedua, semriwing-semriwing, jadi kaya merasa demam meriang, tapi suhu badan normal, tapi di dalam itu kaya panas terutama saat kecapian," tuturnya.



Simak Video "Bima Arya Alami Efek Lanjutan Usai Sembuh dari Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)