Jumat, 04 Des 2020 17:25 WIB

ASI Perah Bau Tengik, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Ilustrasi ASI perah Ilustrasi ASI perah (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Salah satu masalah umum yang kerap dialami oleh ibu menyusui adalah air susu ibu (ASI) yang berbau tidak sedap, rasa yang menyerupai sabun dan warna yang berubah. Penyebabnya yaitu enzim lipase yang terkandung dalam ASI. Kadar enzim lipase yang terlalu banyak dapat menyebabkan perubahan bau, rasa, dan warna pada ASI yang diperah.

Lipase merupakan enzim yang penting untuk memecah ASI agar mudah dicerna oleh bayi. Lipase diproduksi di pankreas. Meredith Walls CNM NP, konsultan laktasi, menjelaskan bahwa sampai saat ini, belum ada studi yang menunjukan bahwa banyaknya enzim lipase dapat berdampak buruk bagi kesehatan bayi. Bayi akan tetap mampu mencerna ASI tanpa masalah.

"Satu-satunya masalah, yaitu tidak semua bayi suka minum ASI perah yang berubah rasa atau berbau," ujar Walls.

Dikutip dari Parenting Firstcry, berikut 5 cara untuk mengatasi perubahan bau, rasa dan warna akibat banyaknya enzim lipase pada ASI.

1. Hindari simpan ASI perah terlalu lama

Untuk mengubah rasa dan bau, enzim lipase memerlukan waktu yang cukup lama. Sehingga untuk mencegah ASI berbau tidak sedap dan berubah rasa, hindari penyimpanan ASI terlalu lama. Ibu menyusui dapat langsung memberikan ASI langsung selama beberapa jam atau hari yang sama setelah proses memerah.

2. Catat waktu setelah memerah

Salah satu cara untuk menghindari bau tengih pada ASI perah, ibu menyusui dapat mencatat jam atau hari pada kantong ASI tersebut. Pada umumnya perubahan akan terjadi pada beberapa jam sampai beberapa hari. Untuk mengetahui secara pasti kapan enzim lipase mengubah rasa pada ASI, ibu menyusui dapat menggunakan metode trial and error dengan melihat kapan bayi mulai menolak ASI yang telah disimpan. Setelah itu, ibu menyusui dapat menyesuaikan durasi penyimpanan ASI yang sesuai.

Selain itu, cara lain untuk mencegah ASI berbau, berubah rasa dan warna, ibu menyusui juga dapat menyesuaikan tekanan dan kecepatan memerah ASI.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Kata WHO Soal Kemungkinan Penularan Corona Lewat ASI"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)