Sabtu, 05 Des 2020 10:46 WIB

Daftar Negara yang Setujui Ganja Medis, Bagaimana di Indonesia?

Ayunda Septiani - detikHealth
Marijuana leaves with cbd thc chemical structure Ilustrasi ganja. (Foto: Getty Images/iStockphoto/anankkml)
Jakarta -

Komisi Obat Narkotika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya memutuskan untuk menghapus ganja dari kategori obat paling berbahaya di dunia, dan ini disetujui untuk keperluan medis. Keputusan ini pun diambil dari hasil voting yang dilakukan PBB dari 53 negara anggota.

Keputusan PBB terkait ganja juga berawal dari rekomendasi WHO pada Januari 2019 lalu. Perubahan kategori ini akan membuka jalan bagi perluasan penelitian ganja di seluruh dunia.

Bagaimana peluang penggunaan ganja untuk keperluan medis di Indonesia?

Menurut peneliti dan Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Balitbangtan, Dr Evi Savitri, penggunaan ganja seperti di Indonesia memang sudah diatur sebagai narkotika golongan 1, yang artinya untuk keperluan pengobatan pun tidak diperbolehkan. Namun, tetap ada peluang untuk mengembangkan ganja medis.

"Tetapi untuk pengembangan medis masih ada peluang selama itu dilakukan oleh lembaga yang memang kompeten memperoleh izin untuk melakukan kegiatan penelitian," jelas Dr Evi saat dihubungi detikcom Jumat (4/12/2020).

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa negara yang menyetujui penggunaan ganja untuk medis.

1. Kanada

Kanada sudah melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis sejak 2001, sementara kepentingan rekreasional dilegalkan secara penuh pada 17 Oktober 2018.

Namun untuk keperluan kedua, diberlakukan batasan usia pengguna yang masing-masing memiliki aturan berbeda.

2. Thailand

Thailand melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis sejak 2018 lalu. Akan tetapi, kepemilikan, penanaman, atau pengangkutan ganja yang mencapai 10 kilogram di Thailand dapat berakibat penjara hingga lima tahun atau denda.

Di negara tersebut juga banyak dijual bebas terutama di kawasan yang banyak dikunjungi wisatawan.

3. Belanda

Belanda adalah negara Uni Eropa pertama, dan salah satu negara pertama di dunia, yang melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis. Inisiatif pertama negara untuk menyediakan ganja bagi pasien medis dimulai pada 1993 silam. Kemudian pada 2001, Kantor Obat Ganja didirikan.

Sejak tahun 2003 lalu, ada obat resep resmi yang dikenal sebagai "Mediwiet", tersedia di apotek Belanda. Ada lima jenis ganja medis di Belanda. Dokter Belanda biasanya meresepkan ganja untuk pasien yang menderita Sindrom Tourette, nyeri kronis, sklerosis ganda, kerusakan sumsum tulang belakang, gejala yang berhubungan dengan kanker dan AIDS atau bagi mereka yang menjalani perawatan untuk kanker dan HIV / AIDS.

4. Georgia

Pada 2018 lalu, Mahkamah Konstitusi Georgia melegalkan penggunaan ganja untuk dimiliki dan dikonsumsi masyarakat untuk kepentingan rekreasi dan medis.

Namun, masyarakat tidak diizinkan untuk membudidayakan dan menjual ganja tersebut. Hal itu kemudian membuat para pengguna ganja untuk keperluan rekreasi dan medis menjadi kesulitan memperolehnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "PBB Setujui Penggunaan Ganja untuk Keperluan Medis"
[Gambas:Video 20detik]