Senin, 07 Des 2020 11:45 WIB

Kisah Haru Dokter Tangani Pasien COVID-19 Bergejala Berat di Wisma Atlet

Ayunda Septiani - detikHealth
Perkembangan jumlah pasien yang dinyatakan positif Corona di RSD Wisma Atlet per hari ini, Kamis (17/9) mencatatkan rekor sebanyak 1.066 pasien. Kisah haru dokter menangani pasien COVID-19 bergejala berat di RS WIsma Atlet. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Relawan dokter di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Aulia Giffarinnisa menceritakan pengalamannya menjadi petugas kesehatan yang menangani pasien COVID-19. Disebutkan, Aulia bertugas untuk menangani pasien yang masuk kategori bergejala berat.

"Agak tertekan ketika menghadapi pasien yang ngeyel karena tidak nyaman dalam perawatan. Kadang mereka sering melepas selang oksigen padahal mereka sangat perlu hanya mereka merasa tidak nyaman," jelasnya, seperti dikutip dari laman resmi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional, Senin (7/12/2020).

Jika ada pasien dalam kondisi tersebut, Aulia menyebut akan melakukan pendekatan secara psikologis. Ia berusaha memahami bahwa para pasien merasa tertekan karena tidak ditemani oleh keluarga.

"Mereka hanya didampingi dokter dan tenaga kesehatan. Salah satu pengalaman tidak terlupakan menyaksikan bagaimana proses pasien yang satu bulan dirawat dengan gejala parah sekali hingga akhirnya bisa sembuh dan dinyatakan negatif dan diijinkan pulang," tambahnya.

Aulia sendiri mulai menjadi dokter relawan COVID-19 sejak September 2020 lalu. Selama ia bertugas, banyak suka duka yang telah dilewatinya. Terlebih lagi, pada September lalu tempat tidur di kompleks Wisma Atlet hampir penuh.

"Awalnya takut, namun akhirnya cepat beradaptasi. Sistem kerja shift 8 jam namun karena memakai APD maka harus bersiap satu jam sebelumnya. Selama bertugas juga tidak boleh membuka APD jadi tidak boleh buang air dan terpaksa puasa," katanya.

Meski Aulia termasuk dokter muda dan datang dari daerah, Aulia merasa aman dan nyaman selama melayani pasien. Dia juga tidak merasa berjarak dengan tenaga medis dan kesehatan lainnya.

"Di sini semuanya satu misi untuk menangani COVID-19 jadi semuanya disiplin. Beda dengan di luar, masih ada yang cuek dengan protokol kesehatan," tuturnya.

Aulia berpesan untuk masyarakat luas, agar jangan menunggu dan berpikir lama untuk berkontribusi mulai dari hari yang paling kecil dan mudah dilakukan.

"Kontribusi minimal yang dapat dilakukan adalah mencegah penularan dari diri sendiri dan orang di sekitar. Laksanakan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun," pungkasnya.



Simak Video "Fluktuasi Pasien Keluar Masuk Wisma Atlet: 350-400 per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)