Senin, 07 Des 2020 12:30 WIB

Apa Itu Envirotainer? Kontainer yang Angkut Vaksin COVID-19 Sinovac

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksin Corona dari Sinovac telah tiba di Indonesia. Kini vaksin tersebut disimpan di PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Foto: Istimewa/presiden.go.id
Jakarta -

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) malam di Bandara Soekarno-Hatta terlihat dikemas dalam tujuh peti Envirotainer. Vaksin diangkut dengan meggunakan kontainer khusus bertuliskan Envirotainer berkode RAP81179PC.

Envirotainer sendiri adalah sebuah perusahaan distibusi alat-alat kefarmasian. Mereka menyediakan kontainer khusus untuk menyimpan vaksin dan obat agar terjaga kualitasnya.

Jika dilihat dari situs resminya, kontainer yang datang di Indonsia dan membawa vaksin COVID-19 Sinovac berjenis Envirotainer RAP e2 Container. Jenis ini diklaim sebagai kontainer kargo udara dengan pengatur suhu tercanggih.

RAP e2 mempertahankan suhu produk dalam kisaran +2 hingga +8 derajat celcius, suhu ruangan terkontrol (+15 hingga +25 derajat celcius) atau pada suhu yang ditetapkan antara ± 0 dan +25 derajat celcius di hampir semua kondisi yang muncul pada sepanjang rute pengiriman secara global.

Kemudian produk lain Envirotainer yakni Envirotainer RKN e1 Container, Envirotainer RAP t2 Container, serta Envirotainer RKN t2 Container. Masing-masing produk kontainer tersebut memiliki sejumlah perbedaan, namun yang utama dari sisi dimensi, fitur, dan cara kerjanya.

Sebelumnya Envirotainer juga digunakan untuk mengirimkan vaksin COVID-19 Rusia ke Abu Dhabi baru-baru ini untuk uji klinis.

Seperti yang diberitakan, semua vaksin COVID-19 Sinovac disimpan di Bio Farma Bandung, Jawa Barat setelah diangkut menggunakan tiga truk pada Senin (7/12/2020).

Vaksin lalu dipindahkan dari Envirotainer untuk disimpan di cool room dengan suhu 2-8 derajat celcius. Ruangan tersebut telah disterilisasi dan disiapkan khusus untuk menyimpan vaksin COVID-19.

Manajemen cold chain vaksin COVID-19

Vaksin terbuat dari komponen biologis yang mudah rusak sehingga harus disimpan pada suhu tertentu. Dalam hal ini suhu 2 sampai 8 derajat celcius untuk vaksin sensitif beku dan suhu -15 sampai 25 derajat celcius untuk vaksin sensitif panas, sehingga dibutuhkan alat penyimpanan agar mutu dan kualitas vaksin terjaga.

Cold chain terdiri dari lemari es dan freeze untuk menyimpan vaksin, dan termos (vaksin carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan imunisasi, terutama untuk kegiatan di luar gedung/lapangan.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)