Senin, 07 Des 2020 17:45 WIB

Vaksin Corona Sudah Sampai di Indonesia, Ini Asal Negara dan Tingkat Keampuhannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Covid-19: Apakah mungkin akan ada lebih dari satu vaksin virus corona? Vaksin Corona sudah tiba di Indonesia. (Foto ilustrasi: BBC Magazine)
Jakarta -

Vaksin Corona sudah sampai di Indonesia. Ada 1,2 juta vaksin COVID-19 yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020).

Usai sampai, vaksin Corona di Indonesia langsung dibawa ke Kantor Pusat Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya pemerintah sudah menetapkan enam vaksin COVID-19 yang ditetapkan untuk dipakai di Indonesia.

Adalah vaksin buatan Bio Farma, Sinovac, Pfizer, Sinopharm, Moderna, dan AstraZeneca.

Berasal dari mana vaksin Corona pertama yang tiba di Indonesia?

Vaksin Corona pertama di Indonesia merupakan buatan Sinovac Biotech. Perusahaan Sinovac BioTech adalah farmasi China yang mengembangkan vaksin COVID-19 mereka bernama CoronaVac.

Selama dua dekade terakhir, Sinovac telah mengembangkan dan menjual enam vaksin yang digunakan manusia dan satu vaksin hewan. Di antaranya adalah vaksin hepatitis A dan B, influenza H5N1 (flu burung), influenza H1N1 (flu babi), vaksin gondok, dan vaksin rabies anjing.

Sinovac juga telah mencapai banyak tonggak pengembangan signifikan termasuk mengembangkan vaksin H1N1 pertama di dunia pada 2009.

Seberapa ampuh vaksin Corona Sinovac?

Uji klinis vaksin Corona Sinovac dilakukan di beberapa negara termasuk Indonesia. Kala itu uji klinis vaksin COVID-19 ini sempat dihentikan sementara di Brasil karena adanya isu terkait masalah keamanan.

Namun, belakangan kejadian tersebut dipastikan tak berkaitan dengan vaksin COVID-19. Hingga kini, uji klinis vaksin Corona Sinovac di Indonesia sudah sampai pada penyampaian data interim report uji klinis fase III ke BPOM dan dinyatakan aman.

Beberapa waktu lalu, laporan uji klinis vaksin Corona Sinovac juga memicu respons imun empat pekan usai suntik.

Temuan Sinovac dimuat dalam makalah peer reviewed di jurnal medis The Lancet Infectious Diseases berdasarkan hasil uji klinis fase I dan fase II vaksin COVID-19 di China yang melibatkan lebih dari 700 peserta.

"Temuan kami menunjukkan bahwa CoronaVac mampu memicu respons antibodi yang cepat dalam empat minggu setelah imunisasi dengan memberikan dua dosis vaksin pada interval 14 hari," kata Zhu Fengcai, salah satu penulis makalah tersebut,

"Kami yakin ini membuat vaksin cocok untuk penggunaan darurat selama pandemi," jelasnya.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)