Rabu, 09 Des 2020 07:15 WIB

Wabah Misterius Sebabkan 400 Warga India Kejang-Pingsan, Inikah Penyebabnya?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Otoritas di India sedang menyelidiki penyebab penyakit tak dikenal yang menyebabkan lebih dari 200 orang dirawat di rumah sakit selama akhir pekan. India diserang penyakit misterius. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Jumlah warga India yang terinfeksi penyakit misterius terus bertambah hingga 400 orang. Ratusan orang tersebut berakhir dirawat di RS usai sebelumnya mengalami kejang-kejang hingga pingsan.

Dari ratusan orang tersebut, satu orang dinyatakan tewas, pria berusia 45 tahun. Tim dokter dari All-India Institute of Medical Sciences (AIIMS) sedang menyelidiki penyebab kematian kasus wabah misterius.

Dikutip dari Channel News Asia, hasil awal penyelidikan wabah misterius pada Selasa (8/12/2020) menunjukkan jejak partikel nikel dalam sampel darah pasien. Hal ini disampaikan pemerintah Andhra Pradesh, India, sementara rumah sakit setempat juga tengah menjalani tes pada pasien.

Para tim medis mengatakan kadar nikel yang tinggi dalam aliran darah dapat mengganggu perkembangan otak, sistem saraf, dan organ vital seperti jantung dan paru-paru. Pada hari sebelumnya, anggota parlemen federal GVL Narasimha Rao berbicara pada para ahli medis soal kemungkinan paparan zat organoklorin beracun.

"Itu adalah salah satu kemungkinan," kata Geeta Prasadini, direktur kesehatan masyarakat di Andhra Pradesh, menambahkan mereka sedang menunggu laporan tes untuk memastikan penyebabnya.

Hingga kini, tidak ada kasus serius baru yang terungkap dalam 24 jam terakhir selain pria 45 tahun yang dinyatakan tewas.

Organoklorin dilarang atau dibatasi di banyak negara setelah penelitian mengaitkannya dengan kanker dan potensi risiko kesehatan lainnya. Namun, beberapa polutan tetap berada di lingkungan selama bertahun-tahun dan menumpuk di lemak tubuh hewan dan manusia.

Tidak jelas seberapa luas bahan kimia tersebut digunakan di India. Apa bahaya paparan organoklorin?

"Paparan pestisida organoklorin dalam waktu singkat dapat menyebabkan kejang, sakit kepala, pusing, mual, muntah, tremor, kebingungan, kelemahan otot, bicara cadel, air liur dan berkeringat," kata otoritas kesehatan AS.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)