Kamis, 10 Des 2020 18:02 WIB

Deretan Kasus Pesta Seks yang Berujung Ledakan Penularan COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Deretan kasus pesta seks yang berujung lonjakan kasus COVID-19. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Lagi-lagi pesta seks dicurigai sebagai super-spreader COVID-19. Sebanyak 158 orang di California, Amerika Serikat diamankan polisi setelah diketahui menyelenggarakan pesta seks yang berujung pada peningkatan infeksi COVID-19.

Pesta tersebut dihadiri remaja yang berusia antara 16-22 tahun. Hampir 160 orang yang ditangkap di lokasi tanpa menggunakan masker.

Sebelumnya, acara ilegal ini telah diiklankan di media sosial Instagram dengan nama "Project Wet ND 'Wild'". Bahkan penyelenggara acara pun ikut ditangkap tepat di lokasi kejadian.

Penggerebekan pesta seks ini terjadi setelah Sheriff Alex Villanueva bersumpah untuk menindak acara yang berpotensi sebagai super spreader COVID-19. Pesta ini dilakukan di salah satu rumah kosong di lingkungan perumahan dan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Pesta seks juga beberapa kali dikaitkan dengan terjadinya lonjakan kasus di sebuah wilayah. Beberapa kasus serupa sudah pernah terjadi dan menularkan virus ke banyak orang.

Dirangkum detikcom, berikut deretan kasus pesta seks yang berujung terjadinya lonjakan kasus penularan COVID-19.

1. Klaster pesta seks di Australia

Pada akhir September 2020, lonjakan kasus terjadi di Victoria, Australia, yang diduga terkait dengan klaster pesta seks di Kota Colac yang terletak sekitar 150 km barat daya Melbourne.

Pihak kepolisian Victoria baru diberitahu setelah pesta seks selesai diadakan pada 29 Agustus 2020. Para warga di sekitar wilayah tersebut dilaporkan emosi karena pesta seks tersebut, yang telah melanggar aturan perbatasan saat adanya lonjakan kasus.

Selengkapnya baca DI SINI

2. Pesta Swinger berujung penularan COVID-19

Di New Orleans, Amerika Serikat dilaporkan adanya 41 kasus COVID-19 yang berkaitan dengan konvensi swinger. Salah satu orang yang hadir di pesta tersebut bahkan dirawat di rumah sakit dalam kondisi yang serius pasca tertular COVID-19.

"Jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya tidak akan mengadakan acara ini lagi. Padahal sebagian besar dari 41 kasus positif sebagian besar merupakan kasus asimtomatik atau sangat ringan," kata Bob Hannaford, penyelenggara acara tersebut, dikutip dari Fox Live beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut terkait pesta swinger berujung COVID-19 DI SINI



Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)