Jumat, 11 Des 2020 16:16 WIB

Dirut RS UMMI Positif Corona, Ini yang Bisa Terjadi Saat Pasien Dirawat di ICU

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Direktur Utama RS UMMI Bogor, Andi Tatat. Habib Rizieq dirawat di RS UMMI Bogor Direktur Utama RS UMMI Bogor, Andi Tatat. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Dirut RS UMMI Bogor, Andi Tatat, dirawat di ICU RSUD Bogor karena positif virus Corona COVID-19. Kabar ini dibenarkan oleh Direktur Umum RS UMMI Najamudin.

"Muhun (iya), mohon doanya untuk kesembuhan beliau ya dan terima kasih atas perhatiannya ya," kata Najamudin, kepada wartawan, Jumat (11/12/2020). Najamudin menjawab pertanyaan soal kabar Andi Tatat positif COVID-19.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Andi Tatat telah dirawat di ICU RSUD Bogor sejak malam kemarin. "Saya mendapat laporan bahwa dr Andi dirawat di ICU RSUD sejak semalam," kata Bima.

Apa yang terjadi saat pasien COVID-19 dirawat di ICU?

Di dalam ruang perawatan intensif (ICU) para pasien COVID-19 akan terus berjuang untuk bisa bertahan hidup dengan bantuan mesin-mesin canggih seperti ventilator untuk membantu mereka agar tetap bernapas dengan baik.

Mereka yang dirawat di ICU juga bisa mengalami psikosis (gangguan mental yang sulit membedakan realita dan halusinasi) dan gangguan-gangguan stres pascatrauma lainnya (post-traumatic stress disorders).

"Jika Anda berakhir di ICU, itu adalah pengalaman yang akan mengubah hidup. Membutuhkan pengorbanan yang besar walaupun fisik Anda membaik," kata David Hepburn, konsultan perawatan intensif dari Rumah Sakit Royal Gwent di Inggris.

"Ketika pasien kami bangun, badan mereka sangat lemah, untuk duduk pun tidak bisa tanpa bantuan. Banyak yang tidak bisa mengangkat tangan dari tempat tidur karena ototnya sangat lemah," jelasnya.

Bagaimana kondisi psikologis pasien setelah keluar dari ICU?

Terlepas dari seberapa tenang dan terlatihnya tenaga kesehatan, ICU adalah tempat yang penuh tekanan.

Usai berbaring dalam waktu yang cukup lama di ICU, sangat umum bagi pasien untuk mendapat perawatan fisioterapi, yaitu mengajarkan mereka untuk bisa kembali belajar berjalan atau bahkan bernapas normal kembali.

"Mereka akan pulih seiring waktu, tapi itu butuh satu tahun dan mereka memerlukan tenaga-tenaga dari fisioterapi, bicara dan bahasa, psikologi dan staf keperawatan untuk membantu," ucap Hepburn.



Simak Video "5 Negara Penyumbang WNA Positif COVID-19 Terbanyak di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)