Jumat, 11 Des 2020 11:19 WIB

Sederet Temuan Gejala Baru yang Dialami Pasien COVID-19, Termasuk Delirium

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Sederet temuan gejala baru virus Corona COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Virus Corona COVID-19 tak henti-hentinya memberikan kejutan dalam dunia medis. Para ilmuwan dari berbagai negara pun terus berjuang dalam meneliti virus ini.

Sejumlah temuan terbaru seperti gejala yang tak biasa dialami pasien COVID-19 pun ditemukan oleh para peneliti. Apa saja gejala Corona tersebut? Berikut dirangkum detikcom.

1. Delirium

Dikutip dari EurekAlert, sebuah studi terbaru pada November lalu menemukan delirium sebagai salah satu gejala awal COVID-19, khususnya pada kelompok lansia. Delirium merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang.

"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata peneliti dari University of Catalonia, Javier Correa.

"Kita perlu waspada... Karena seseorang yang menunjukkan tanda-tanda kebingungan mungkin merupakan indikasi adanya infeksi," tambahnya.

Peneliti menduga virus Corona juga turut mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengakibatkan perubahan neurokognitif seperti sakit kepala dan delirium. Ini disinyalir terjadi akibat kurangnya pasokan oksigen pada otak dan peradangan jaringan otak akibat badai sitokin yang dipicu oleh virus.

Berikut gejala seseorang yang mengalami delirium.

  • Sulit fokus dan mudah teralihkan
  • Suka melamun dan lambat bereaksi
  • Daya ingat menurun
  • Kesulitan berbicara
  • Berhalusinasi
  • Mudah tersinggung dan mood berubah mendadak
  • Sering gelisah
  • Kebiasaan tidur berubah.

2. Sakit mata

Peneliti dari Anglia Ruskin University (ARU), Inggris, menemukan bahwa sakit mata menjadi salah satu gejala baru Corona.

Dikutip dari Science Daily, sekitar 18 persen pasien COVID-19 yang terlibat dalam penelitian melaporkan bahwa mereka menderita fotofobia (sensitivitas cahaya) sebagai salah satu gejalanya.

Dari 83 responden, 81 persen melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala Corona lainnya. Dari jumlah tersebut, 80 persen melaporkan masalah mata mereka berlangsung kurang dari dua minggu.

"Ini adalah studi pertama yang menyelidiki berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19, kerangka waktunya dalam kaitannya dengan gejala COVID-19 yang diketahui dan durasinya," jelas penulis utama Profesor Shahina Pardhan, Direktur Vision and Eye Research Institute di ARU.

"Studi ini penting karena membantu kami memahami lebih lanjut tentang bagaimana COVID-19 dapat menginfeksi konjungtiva dan bagaimana ini kemudian memungkinkan virus menyebar ke seluruh tubuh," jelasnya.

Selain delirium dan sakit mata, ada sejumlah gejala Corona yang sudah ditemukan sejauh ini. Apa saja itu? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]