Minggu, 20 Des 2020 13:17 WIB

Terpopuler Sepekan: Fakta-fakta Delirium, Gejala Terbaru COVID-19

Farah Nabila - detikHealth
Ilustrasi ibu lelah dan stres di rumah Delirium disebut-sebut gejala terbaru COVID-19 (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Delirium disebut-sebut sebagai gejala baru COVID-19 yang menyerang mental pengidapnya. Kondisi ini dialami oleh sejumlah pasien positif virus Corona, khususnya lansia.

Delirium adalah gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang. Para dokter mengingatkan bahwa kondisi ini bisa memicu gangguan otak bahkan mengganggu kondisi mental penderitanya.

"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata peneliti dari University of Catalonia (UOC), Javier Correa.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari UOC, diketahui delirium biasanya terjadi bersamaan dengan gejala COVID-19 lainnya, seperti hilang indra perasa dan penciuman, sakit kepala, batuk, dan sesak napas.

Studi yang telah dipublikasi dalam Journal of Clinical Immunology and Immunotherapy ini juga menyoroti kaitan virus Corona COVID-19 dengan otak sebagai sistem saraf pusat. Para peneliti menemukan adanya indikasi bahwa COVID-19 juga mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengakibatkan perubahan neurokognitif, seperti sakit kepala dan delirium.

"Penyebabnya mungkin di antara tiga hal. Kurangnya pasokan oksigen pada otak, peradangan jaringan otak akibat badai sitokin, dan fakta bahwa virus memiliki kemampuan untuk mengalir di dalam darah yang bisa menuju otak," papar Correa

Ciri-ciri seseorang mengalami delirium:

  • Sulit fokus dan mudah teralihkan
  • Suka melamun dan lambat bereaksi
  • Daya ingat menurun
  • Kesulitan berbicara
  • Berhalusinasi
  • Mudah tersinggung dan mood berubah mendadak
  • Sering gelisah
  • Kebiasaan tidur berubah.


Simak Video "Informasi Terkini Seputar Gejala Covid-19 yang Ditimbulkan Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)