Sabtu, 19 Des 2020 14:05 WIB

Terpopuler Sepekan: Reaksi Serius yang Dialami Nakes AS Usai Vaksinasi Corona

Kanya Anindita - detikHealth
Punya Vaksin Sendiri, Cina Juga Pesan Vaksin BioNTech Seharga Rp 8,5 Triliun Ilustrasi vaksin. (Foto: DW (News)
Jakarta -

Seorang petugas kesehatan di Alaska, Amerika Serikat, mengalami reaksi alergi usai disuntik vaksin Corona Pfizer. Gejalanya muncul 10 menit setelah penyuntikan dan harus rawat inap di rumah sakit.

Petugas kesehatan ini diketahui tidak memiliki riwayat alergi. Ia mengalami reaksi anafilaksis pasca disuntik vaksin di Rumah Sakit Regional Bartlett, Juneau, Alaska, Amerika Serikat.

Reaksi anafilaksis memunculkan ruam di wajah dan tubuhnya, disertai sesak napas dan detak jantung yang meningkat. Hal serupa juga dialami oleh dua petugas kesehatan di Inggris setelah menerima vaksin Pfizer-BioNTech pekan lalu, dan keadaan keduanya kini sudah membaik.

Pihak berwenang akhirnya memutuskan untuk tidak memberikan vaksin kepada mereka yang pernah mengalami reaksi anafilaksis terhadap makanan, obat, atau vaksin. Pernyataan ini dikeluarkan pasca kejadian yang menimpa petugas kesehatan di Inggris.

Dikutip dari WebMD, anafilaksis adalah reaksi alergi serius yang timbulnya cepat dan bisa menyebabkan kematian. Gejalanya muncul dalam beberapa menit, seperti ruam, tenggorokan gatal, sesak napas, muntah, pusing, dan tekanan darah rendah.

Pemicu paling umum pada orang dewasa adalah konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, aspirin, dan pereda nyeri.



Simak Video "WHO Restui Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech untuk COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)