Sabtu, 19 Des 2020 07:02 WIB

Ilmuwan Temukan Varian Virus Corona 'Ganas' di Afrika Selatan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Ilmuwan menemukan varian Corona ganas di Afrika Selatan. (Foto: NIAID)
Jakarta -

Selain jenis baru Corona yang ditemukan di Inggris, kini ilmuwan kembali melaporkan varian baru Corona yang diduga lebih ganas. Varian baru Corona ini ditemukan di Afrika Selatan.

Adalah varian 501.V2, yang diidentifikasi para peneliti Afrika Selatan. Varian ini juga disebut menjelaskan bagaimana penyebaran COVID-19 di gelombang kedua Afrika Selatan terjadi sangat cepat.

"Varian ganas dari virus Corona telah terdeteksi di Afrika Selatan yang berpengaruh pada penyebaran cepat gelombang kedua, dan menyerang orang yang lebih muda," kata Menteri Kesehatan Zwelini Mkhize, Jumat (18/12/2020).

"Dikenal sebagai Varian 501.V2, itu diidentifikasi oleh para peneliti Afrika Selatan dan rinciannya telah dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia," lanjut Zwelini Mkhize dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari Straits Times, tim peneliti yang dipimpin Kwazulu-Natal Research Innovation and Sequencing Platform (KRISP) telah mengurutkan ratusan sampel Corona sejak wabah merebak di sana. Terlihat bahwa temuan varian baru ini semakin mendominasi dua bulan belakangan.

Para dokter di Afrika Selatan juga menyebut semakin banyak pasien Corona di usia muda yang mengalami kondisi parah akibat COVID-19, meskipun beberapa di antaranya tak memiliki penyakit penyerta yang memperparah kondisi saat terpapar Corona.

"Hal ini menunjukkan bahwa gelombang kedua saat ini yang kami alami didorong oleh varian baru ini," Mkhize menyimpulkan.

Beragam varian virus Corona telah diidentifikasi sejak wabah COVID-19 merebak di dunia. Mutasi yang terjadi menjadi perhatian para pejabat kesehatan dunia.

Meski begitu, hingga kini belum ada mutasi Corona yang terbukti mempengaruhi efektivitas vaksin atau memperparah infeksi COVID-19 saat terpapar.



Simak Video "Ahli Virologi Berharap Covid-19 Semakin Bermutasi, Ini Alasannya..."
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)