Jumat, 18 Des 2020 15:00 WIB

Pengalaman Rapid Test Antigen, Ternyata Begini Prosesnya

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Ketetapan soal rapid test antigen untuk keluar DKI membuat saya mencari-cari klinik yang bisa melayani rapid test antigen. Meski sudah pernah tes PCR sebelumnya, jujur saya tetap deg-degan.

Ini pertama kalinya saya melakukan rapid test antigen. Konon, rasanya sama saja dengan tes PCR, sama-sama di-swab hidungnya.

Dari awal datang ke klinik di tempat saya ingin rapid tes antigen, rasa gelisah mulai menghantui apalagi setelah melihat banyak orang banyak yang mengantre. Takut nggak dapat nomor antrean sih. Sambil menunggu antrean, saya sampai harus menggenggam erat tangan teman saya untuk mengurangi rasa takut.

Tidak lama mengantre, tibalah giliran saya untuk melakukan rapid test antigen. Benar saja, jantung rasanya ingin copot ketika nama saya dipanggil untuk masuk ke bilik test.


Sebelum alat test memasuki hidung, saya meminta izin kepada petugas untuk boleh memegang tangannya. Petugasnya sama-sama cewek, by the way.Setibanya di bilik untuk test, saya ditemani oleh tenaga medis yang dilengkapi dengan APD (Alat pelindung diri) berwarna putih. Duh, semakin deg-degan rasanya. Tapi, untungnya petugas yang melayani cukup ramah sehingga bisa menenangkan saya yang lebay ini, hihihi.

Lumayan, saya jadi lebih tenang ketika petugas mulai mengarahkan alat swab di hidung. Perlahan, hidung saya ditusuk jauh hingga ke pangkalnya. Refleks, saya terbatuk. Untung masih bisa dikontrol, sehingga tidak mengganggu pengambilan swab.

Hanya beberapa detik, proses pengambilan swab selesai.

Ternyata ketakutan saya tidak sebanding dengan rasa test yang saya lakukan. Mungkin karena sudah pernah PCR sebelumnya kali ya, jadi tidak terlalu kaget. Dan memang benar kok, tidak sesakit yang dipikirkan.

Nah bagi kalian yang ingin melakukan rapid test antigen jangan takut ya. Nggak sakit kok!

(ayd/up)