Minggu, 27 Des 2020 05:50 WIB

Tes PCR Vs Rapid Test Antigen, Mana yang Lebih Akurat Mendeteksi COVID-19?

Siti Fatimah - detikHealth
Polda Metro Jaya mengadakan rapid test antigen dalam Operasi Lilin Jaya 2020. Rapid test antigen itu berlangsung di rest area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek. Perbedaan tes PCR dengan rapid test antigen (Foto: Agung Pambudhy)
Topik Hangat Rapid Test Antigen
Bandung -

Pemerintah mewajibkan masyarakat untuk melakukan rapid test antigen apabila akan bepergian ke sejumlah daerah ataupun tempat wisata di Indonesia. Kewajiban ini diharapkan dapat menekan transmisi COVID-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Soal sensitivitas dan akurasi, bagaimana perbedaan antara Rapid Test Antigen dengan PCR (Polyester Chain Reaction)?

Dosen Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Basti Andriyoko mengatakan, tes antigen bertujuan untuk mendiagnosis keberadaan virus pada tubuh sampel. Meski sama-sama mendeteksi adanya virus, tes antigen memiliki perbedaan dengan tes Polymerase Chain Reaction atau PCR.

"Kondisi saat ini, untuk mendiagnosis apakah dia terinfeksi atau tidak, mau tidak mau sekarang harus dicari virusnya," kata Basti ketika dihubungi beberapa saat lalu.

Baik tes PCR maupun rapid test antigen sama-sama mendeteksi virusnya secara langsung. Ini yang membedakan keduanya dari rapid test antibodi yang mendeteksi respons imun dalam bentuk antibodi, bukan mendeteksi virusnya.

Meski begitu, antara tes antigen dan PCR ada perbedaan karakteristik tersendiri. Basti menjelaskan, dalam tes PCR yang dicari merupakan materi genetik dari virus, yaitu RNA-nya. "Karakteristik ini menjadikan sensitivitas atau akurasi dari tes PCR lebih tinggi ketimbang tes antigen," ujarnya.

Namun, tes PCR tidak bisa membedakan apakah virus tersebut masih hidup atau sudah mati. Karena itu, tes PCR bisa mendeteksi keberadaan virus pada awal target terkonfirmasi positif ataupun ketika sudah dinyatakan sembuh.

Dia mengatakan, banyak orang yang sudah dikarantina lebih dari 2 minggu, tetapi ketika dilakukan swab hasilnya masih positif. Menurutnya, pada kasus tersebut bisa saja PCR mendeteksi RNA virus yang sudah mati.

Sementara itu, tes antigen hanya mendeteksi keberadaan virus utuh. Tes ini, kata dia, mencari bagian terluar dari virus.

"Karena mendeteksi virus utuh, maka antigen akan efektif dilakukan di fase awal atau minggu pertama seseorang terkena COVID-19. Jika diperiksa, kemungkinan hasil positifnya tinggi," imbuhnya.

Jadi mana yang lebih akurat, tes PCR atau rapid test antigen? Simak di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Melihat Proses Rapid Test Antigen yang Jadi Syarat Bepergian"
[Gambas:Video 20detik]
Topik Hangat Rapid Test Antigen