Minggu, 13 Des 2020 17:00 WIB

COVID-19 Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi Pada Pria, Ahli Jelaskan Kaitannya

Zintan Prihatini - detikHealth
ilustrasi ereksi COVID-19 bisa sebabkan disfungsi ereksi, ahli jelaskan kaitannya. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Virus Corona COVID-19 diketahui memicu beberapa komplikasi penyakit lain. Bahkan, baru-baru ini ahli mengklaim COVID-19 bisa menyebabkan disfungsi ereksi pada pria.

"Kami sekarang tahu bahwa orang dapat memiliki efek kesehatan jangka panjang dari virus ini, komplikasi neurologis dan sekarang pria dapat memiliki masalah jangka panjang disfungsi ereksi," ujar pakar penyakit menular dr Dena Grayson seperti dikutip dari Health.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Endocrinological Investigation meneliti dampak COVID-19 pada kesehatan seksual dan reproduksi pria. Studi tersebut menemukan hubungan antara pasien COVID-19 dan disfungsi ereksi.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa disfungsi ereksi adalah penanda biologis yang sempurna untuk kesehatan fisik dan psikologis secara umum," jelas penulis studi sekaligus profesor endokrinologi dan seksologi medis University of Rome Tor Vergata Emmanuele A Jannini.

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, para ahli menduga ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya disfungsi ereksi setelah terinfeksi virus Corona.

"Pada banyak orang, kerusakan tubuh yang terjadi akibat COVID-19 bukan dari virus itu sendiri tetapi dari respons tubuh terhadap virus yang memicu hiperinflamasi," ujar dokter digital men's health clinic Roman dr Mike Bohl.

Hiperinflamasi bisa menyebabkan pembentukan gumpalan darah kecil serta pembengkakan endotel lapisan pembuluh darah. dr Bohl menjelaskan disfungsi endotel dan terjadinya gumpalan darah akan menganggu aliran darah yang memengaruhi ereksi.

Selain gaya hidup tak sehat, terganggunya kesehatan mental seperti stres, cemas, dan depresi bisa menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Pria dengan kesehatan yang buruk lebih berisiko terkena disfungsi ereksi dan juga mengalami komplikasi akibat COVID-19.

"Disfungsi ereksi merupakan gangguan fisiologis dan psikologis yang kompleks," jelas profesor klinis urologi dan direktur The Men's Clinic di UCLA dr Jesse N Mills.

"Seorang pria harus memiliki fungsi saraf yang baik, kadar hormon (testosteron), aliran darah yang cukup, dan keinginan untuk ereksi yang normal," tambahnya.



Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)