Senin, 14 Des 2020 11:45 WIB

Kondisi Terkini Wuhan Pasca Setahun Virus Corona Merebak

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Aktivitas di Kota Wuhan belum sepenuhnya pulih akibat virus corona. Transportasi publik di kota itu masih ditutup menyusul terus bertambahnya korban tewas akibat virus corona yang tembus 1.000 orang. Kota Wuhan, China. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Hampir satu tahun pandemi Corona melanda banyak negara di dunia. Kehadiran virus Corona ini pun membuat banyak perubahan, tak terkecuali di Wuhan, China, yang diduga menjadi tempat awal munculnya virus ini.

Kondisi di Wuhan mulai berubah

Kondisi di Wuhan pun mulai berubah sejak 31 Desember 2019 lalu. Saat itu ditemukan empat kasus pneumonia misterius yang dikaitkan dengan salah satu pasar di sana.

Kota tersebut pun mulai menutup pasar dan melakukan lockdown selama 76 hari, serta melarang warganya untuk keluar rumah. Menjelang setahun setelah virus Corona terdeteksi, virus itu sudah merenggut lebih dari 1,5 juta nyawa dan membuat pasar basah yang ada di Wuhan kosong.

Asal-usul COVID-19 masih belum diketahui pasti

Sampai saat ini banyak ilmuwan berpendapat soal asal-usul virus tersebut. Para ilmuwan terus berdebat dan mengatakan bahwa virus tersebut bukan berawal dari Wuhan, tetapi dari negara lain.

Tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun saat ini belum mengunjungi Wuhan lagi, termasuk pasarnya. Otoritas kesehatan di China dan luar negeri telah memperingatkan bahwa upaya pelacakan asal bisa memakan waktu bertahun-tahun dan bisa memberikan hasil yang kurang meyakinkan.

"Pastinya tidak mungkin Wuhan... pasti orang lain yang membawanya. Atau pasti itu berasal dari produk lain yang dibawa dari luar. Hanya ada syarat-syarat tertentu agar bisa muncul di sini," ujar seorang pedagang di pasar basah Wuhan yang bernama Chen, dikutip dari Reuters, Senin (14/12/2020).

Meski di Wuhan belum melaporkan lagi kasus baru penularan lokal COVID-19, para ahli mengatakan pasar ini masih sangat berperan dalam penyelidikan asal-usul virus.

"Kelompok kasus pertama ada di sana, jadi setidaknya akan menarik untuk mengetahui asal muasalnya dan mengajukan beberapa hipotesis, seperti apakah kemungkinan besar berasal dari hewan liar atau mungkin menunjuk ke manusia yang lebih menyebar," jelas profesor virologi di Universitas Hong Kong, Jin Dong-Yan.

Akses masuk masih terbatas

Akses ke daerah tersebut juga masih sangat dibatasi bahkan aksesnya masih dibarikade. Orang-orang yang pernah berkunjung sebelum lockdown mengingat bahwa pasar tersebut ramai dengan ratusan kios.

Sejak bulan Juni sudah ada beberapa toko di pasar tersebut yang mulai beroperasi kembali. Di antaranya toko-toko yang menjual kacamata, peralatan optometri, dan restoran.

Seorang pemilik restoran Jepang di sana, Lai, mengatakan pasar ditutup memicu kepanikan publik. Bahkan biaya hidup meningkat hingga lima kali lipat.

"Sasaran kami tahun depan adalah bertahan hidup," pungkasnya.



Simak Video "WHO Bakal Datang ke Wuhan untuk Penyelidikan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)