Senin, 14 Des 2020 15:36 WIB

Akui Kelelahan Atasi COVID-19, Ratusan Nakes di Negara Ini Mengundurkan Diri

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close-up portrait of doctor in hospital operating room Akui kelelahan, para tenaga medis di negara ini mengundurkan diri. (Foto ilustrasi: Getty Images/graphixel)
Jakarta -

Swedia harus menjalani pandemi COVID-19 saat banyak tenaga medis memilih mengundurkan diri. Pasalnya, sejak menangani wabah COVID-19 di gelombang pertama, jumlah nakes mengundurkan diri di Swedia terus meningkat.

Hal ini diceritakan Sineva Ribeiro, Ketua Asosiasi Profesional Kesehatan Swedia. Ia mengaku situasi pandemi COVID-19 seiring dengan kurangnya jumlah nakes semakin memburuk.

Begitu pula dengan ketersediaan tempat tidur di beberapa ICU Swedia. Beberapa rumah sakit kewalahan akibat jumlah pasien COVID-19 yang terus meningkat saat para nakes yang menangani pasien kini terbatas.

Dikutip dari Bloomberg, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa bahkan negara-negara dengan sistem perawatan kesehatan universal sedang berjuang untuk mengikuti krisis COVID-19. Pekan ini, kapasitas perawatan intensif Stockholm, Swedia, mencapai 99 persen, mendorong panggilan bantuan dari luar.

Namun, tentu kapasitas ICU bukan satu-satunya persoalan besar saat para tenaga kesehatan kelelahan dan kini memutuskan mengundurkan diri.

"Kekhawatiran yang lebih besar sekarang adalah apakah Swedia memiliki cukup petugas kesehatan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk merawat pasien paling sakit," jelas Ribeiro.

"Saat ini jumlah orang yang memenuhi syarat lebih sedikit daripada yang ada di musim semi yang membuat lebih sulit untuk meningkatkan kapasitas ICU," kata Ribeiro.

Disebutkan juga, semakin banyak nakes yang putus asa dan memilih cuti di waktu yang bersamaan saat kasus COVID-19 kembali melonjak. Sebuah survei oleh penyiar TV4 di Swedia menunjukkan bahwa di 13 dari 21 wilayah Swedia, pengunduran diri tenaga kesehatan meningkat dari tahun lalu, sebanyak 500 per bulan.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)