Senin, 14 Des 2020 16:30 WIB

Trump Tak Ingin Vaksin COVID-19 Pertama Disuntikkan ke Pejabat Gedung Putih

Firdaus Anwar - detikHealth
President Donald Trump walks on the South Lawn of the White House in Washington, Sunday, Nov. 29, 2020, after stepping off Marine One. Trump is returning from Camp David. (AP Photo/Patrick Semansky) Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: AP Photo/Patrick Semansky)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai menjalankan program vaksinasi massal COVID-19 pada hari Senin (14/12/2020). Ini menyusul izin darurat yang telah dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk vaksin COVID-19 dari Pfizer-BioNTech.

Juru bicara National Security Council (NSC), JohnUllyot, sempat menyebut suntikan vaksin akan pertama kali diberikan untuk pejabat di Gedung Putih. Namun hal ini kemudian dibantah oleh Presiden Donald Trump pada hari Minggu (13/12/2020).

"Orang-orang yang bekerja di Gedung Putih seharusnya mendapat suntikan vaksin belakangan, kecuali dianggap sangat diperlukan... Saya minta rencana ini diatur ulang," tulis Trump di akun media sosial Twitter-nya.

Kantor berita AP menyebut saat ini tidak ada rencana jelas kapan para pejabat mendapat suntikan vaksin.

Trump dan beberapa rekannya di Gedung Putih pernah dikabarkan terinfeksi COVID-19. Trump sembuh di bulan Oktober lalu setelah dirawat di rumah sakit.



Simak Video "6 Vaksin Corona yang Sudah Kantongi Restu dari WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)