Selasa, 15 Des 2020 12:05 WIB

Vaksin COVID-19 Rusia Sputnik V Diklaim Bikin Kebal Corona Hingga 2 Tahun

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Berdasarkan laporan ilmuwan Rusia yang mengembangkan vaksin virus Corona Sputnik V, mengklaim bahwa vaksin tersebut mungkin bisa menawarkan perlindungan dari COVID-19 selama dua tahun.

Ilmuwan sekaligus kepala dari Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, Alexander Gintsburg, juga mengklaim bahwa vaksin COVID-19 Pfizer tidak mungkin menawarkan perlindungan lebih dari lima bulan.

"Selama ini saya hanya bisa memberikan saran, karena dibutuhkan lebih banyak data eksperimen. Vaksin kami dibuat di platform yang juga digunakan untuk vaksin Ebola," kata Gintsburg yang dikutip dari New York Post.

"Data eksperimental yang diterima pada saat itu menunjukkan bahwa vaksin serupa akan menawarkan perlindungan selama dua tahun, atau mungkin lebih," jelasnya.

Ia juga menambahkan, vaksin Sputnik V yang dikembangkannya itu memiliki efektivitas hingga 96 persen. Gintsburg mengatakan hanya 4 persen dari mereka yang divaksinasi mengalami efek samping ringan seperti pilek, batuk, dan demam ringan.

Berdasarkan hasil penelitian sementara, vaksin Sputnik V memberikan efektivitas lebih dari 95 persen pada hari ke-42 setelah dosis pertama dan kedua diberikan.

"Sulit untuk mengatakan berapa lama perlindungan obat Pfizer akan bertahan," ujarnya.

"Tapi berdasarkan mekanisme aksi umum obat tersebut, kami kira jangka waktu perlindungannya akan berlangsung maksimal empat bulan (atau) maksimal lima bulan," lanjutnya.



Simak Video "Ini Negara yang Beri Izin Penggunaan Darurat Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)