Vaksin COVID-19 Gratis, Ahli Paparkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan

Vaksin COVID-19 Gratis, Ahli Paparkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 16 Des 2020 19:37 WIB
Vaksin COVID-19 Gratis, Ahli Paparkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan
Jokowi sebut semua vaksin COVID-19 diberikan gratis. (Foto: iStock)
Jakarta -

Akhirnya Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 akan diberikan secara gratis untuk masyarakat Indonesia. Meski gratis, ternyata masih ada prasyarat atau prakondisi yang harus diperhatikan untuk keberhasilan terciptanya herd immunity melalui vaksinasi.

"Artinya adanya keputusan ini jadi langkah maju yang menjadi modal besar untuk potensi keberhasilan yang harus diperjuangkan, antara lain sebelum terjadinya keberhasilan herd immunity itu ada yang namanya prakondisi atau prasyarat," kata pakar epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman pada detikcom, Rabu (16/12/2020).

Menurut Dicky, ada 3 prasyarat yang juga harus diperhatikan setelah vaksin Corona ini digratiskan, yaitu:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Efektivitas vaksin COVID-19 harus memadai atau mendekati optimal, yaitu 90 sampai 100 persen.

- Angka reproduksi di wilayah yang akan menerima vaksinasi harus ditekan, karena itu bisa mengurangi potensi keberhasilan herd immunity

ADVERTISEMENT

- Harus bisa meyakinkan masyarakat yang masih belum percaya COVID-19 dengan strategi komunikasi yang tepat

"Ini tidak mudah, karena kelompok-kelompok yang disasar (vaksinasi) nanti adanya yang memiliki pemahaman yang salah, terpengaruh teori konspirasi. Dan merasa meski gratis sekalipun dia belum tentu mau disuntik karena dia merasa COVID-19 itu tidak ada," jelas Dicky.

Selain soal prakondisi, Dicky juga mengingatkan terkait ketersediaan vaksin untuk berbagai kelompok usia. Menurutnya, saat ini vaksin baru tersedia untuk kelompok usia 19-59 tahun.

"Jika ini berjalan sesuai rencana, pada kelompok 19-59 tahun kita udah punya. Tapi, bagaimana untuk yang di bawah 19 tahun kan harus jelas dalam perencanaan itu, bagaimana untuk yang di atas 59 tahun. Rencana ketersediaan vaksin untuk berbagai kelompok ini skenarionya seperti apa, harus disampaikan dulu, artinya perlu negosiasi dan memantau," jelasnya.




(sao/fds)

Berita Terkait