Kamis, 17 Des 2020 11:16 WIB

Suami-Istri Meninggal karena COVID-19 Bersamaan Sambil Berpegangan Tangan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
meninggal corona Pasangan suami istri yang meninggal karena Corona saat berpegangan tangan. (Foto: CNN)
Jakarta -

Menikah selama 30 tahun, sepasang suami istri yang bekerja sebagai guru meninggal akibat COVID-19. Keduanya meninggal dalam kondisi tengah berpegangan tangan.

Adalah Paul Blackwell dan Rose Mary yang meninggal dunia pada 13 Desember kemarin. Tepatnya setelah dua minggu menjalani perawatan intensif dan beberapa hari menggunakan alat bantu napas, ventilator, di Harris Methodist Hospital, Texas.

Suami istri yang menjadi guru di Grand Prairie Independent School District di Grand Prairie, Texas, ini sebelumnya bekerja keras menghidupi keluarga sampai akhirnya mereka tertular Corona. Kondisinya terus mengalami pemburukan hingga kritis, sang anak pun terpaksa membuat keputusan sulit dalam hidupnya.

Keputusan sulitnya ini datang usai dokter mengatakan tak ada lagi kemungkinan keduanya untuk sembuh. Akhirnya, para dokter pun melepaskan ventilator yang terpasang pada suami istri ini dengan persetujuan sang anak.

"Dokter mengatakan mereka tidak melihat perkembangan sama sekali, dan mereka perlahan-lahan menurun dalam fungsi vital mereka secara keseluruhan," curhat anak Blackwell, dikutip dari CNN.

Anak-anak dari suami istri ini berharap, mereka berdua bisa pergi dengan tenang dan tak merasakan sakit kembali.

"Aku dan kakakku sampai pada kesimpulan untuk membiarkan mereka pergi dengan damai bersama. Mereka bersama dan berpegangan tangan. Kakakku dan aku sama-sama berpegangan tangan pada orang tuaku juga, jadi kami berempat berpegangan tangan satu sama lain sebagaimana adanya, keduanya dilepas dari ventilator," kata anaknya.

Sang dokter kala itu berinisiatif untuk mengaitkan jari mereka. Tak lama, beberapa menit setelahnya, mereka berdua dinyatakan meninggal dunia.

"Mereka berpegangan tangan dan mereka berdua pergi dalam beberapa menit. Saya belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya dan bahkan sulit untuk mengatakannya dengan kata-kata," curhat dokter yang menangani.

"Mereka mengatakan 'sampai kematian memisahkan kita'. Dan begitulah yang terjadi," lanjut cerita dokter tersebut.

Masih belum jelas awal mula mereka berdua tertular Corona hingga akhirnya mengalami gejala berat COVID-19 sampai fatal. Padahal mereka berdua disebutkan terus mematuhi protokol COVID-19.

Dalam sebuah pernyataan, sekolah tempat mereka mengajar turut berduka cita atas meninggalnya pasangan ini. "Pikiran dan doa kami ditujukan kepada keluarga, teman, rekan kerja, dan siswa mereka baik saat ini maupun sebelumnya," begitu pernyataan duka sekolah tersebut.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)