ADVERTISEMENT

Sabtu, 19 Des 2020 06:23 WIB

Sederet Aturan Baru PSBB DKI Jelang Natal dan Tahun Baru

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Operasi disinfeksi Corona dengan menyemprotkan cairan disinfektan dilakukan di kawasan Monas. Hal itu dilakukan untuk sterilisasi lokasi jelang dibuka kembali. Disinfeksi virus Corona COVID-19 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Menjelang Natal dan Tahun Baru, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih diberlakukan. Ada beberapa aturan baru yang diterapkan mulai 18 Desember hingga 8 Januari 2020.

Salah satunya perkantoran hanya boleh dibuka hingga pukul 19:00 WIB. Selain itu kapasitas tidak boleh melebihi 50 persen. Sederet aturan baru yang dikeluarkan disebut Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria untuk meminimalisir kerumunan.

"Perayaan akhir tahun biasanya di Jakarta paling ramai, di daerah-daerah tiap wilayah. Jadi tahun ini tidak ada perayaan tahun baru, ini kebijakan di akhir tahun ini," jelas Ahmad Riza dalam konferensi pers BNPB melalui kanal YouTube Jumat (18/12/2020).

Berikut beberapa aturan baru yang keluar menjelang Natal dan Tahun Baru.

1. Restoran hingga tempat wisata dibuka sampai jam 9 malam

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza menjelaskan restoran dan tempat wisata sampai perlu membatasi jam operasional, hingga pukul 21:00 WIB. Begitu pula dengan jumlah pengunjung.

Setidaknya batas maksimal pengunjung di setiap warung makan, rumah makan, kafe, restoran, bioskop, dan kawasan wisata membatasi kapasitas total maksimal 50 persen.

2. Kantor hanya boleh buka sampai jam tujuh malam

Perkantoran juga hanya boleh dibuka sampai jam tujuh malam. Hal ini demi menekan kemungkinan kerumunan menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Perkantoran hanya boleh dibuka sampai jam 19:00 dengan kapasitas 50 persen," beber Ahmad.

3. Tidak boleh berkerumun lebih dari 5 orang

Tercantum dalam Instruksi Gubernur 64 tahun 2020, Anies Baswedan menugaskan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin memastikan tidak ada kerumunan lebih dari lima orang ketika libur Natal dan Tahun baru.

Ada sanksi bagi yang melanggar seperti membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi, atau denda administratif paling sedikit Rp 100 ribu (seratus ribu) dan paling banyak Rp 250 ribu.

Berikut syarat lainnya:

  • Wajib melampirkan hasil rapid test antigen saat keluar masuk DKI Jakarta
  • Transportasi umum dibatasi hingga hanya pukul 20:00
  • Khusus 24-27 Desember 2020 dan 30 Desember 2020-3 Januari 2021 operasional pelaku usaha cuma boleh sampai jam 19.00 WIB.


Simak Video "Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Greenpeace Sentil Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT