Senin, 21 Des 2020 16:00 WIB

Presiden Brasil Sebut Vaksin COVID-19 Bisa Ubah Orang Jadi Buaya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
90 year old Margaret Keenan, the first patient in the UK to receive the Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine, administered by nurse May Parsons at University Hospital, Coventry, England, Tuesday Dec. 8, 2020. The United Kingdom, one of the countries hardest hit by the coronavirus, is beginning its vaccination campaign, a key step toward eventually ending the pandemic. (Jacob King/Pool via AP) Ilustrasi vaksinasi COVID-19. (Foto: AP/Jacob King)
Jakarta -

Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali menghebohkan publik dengan melemparkan pernyataan yang cukup sensitif mengenai vaksin COVID-19. Ia mengatakan vaksin COVID-19 bisa mengubah seseorang jadi buaya.

"Di dalam kontrak Pfizer, sangat jelas bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas efek samping apapun. Jika Anda berubah menjadi buaya, itu masalah Anda," katanya dikutip dari New York Post.

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan Pfizer-BioNTech telah menjalani uji klinis fase 3 di Brasil selama berminggu-minggu dan sudah digunakan di Amerika Serikat dan Inggris.

"Jika Anda menjadi manusia super, jika seorang wanita mulai menumbuhkan janggut atau jika seorang pria mulai berbicara dengan suara seperti banci, mereka tidak akan ada hubungannya dengan itu," tambahnya lagi, merujuk pada vaksin Pfizer.

Bolsonaro, yang sembuh dari COVID-19 awal tahun ini, bersikeras bahwa dia tidak akan menerima vaksinasi dalam beberapa kesempatan dan menegaskan bahwa orang harus diizinkan untuk menolak vaksinasi.

"Saya memberitahu mereka bahwa saya sudah tertular virus, saya memiliki antibodi, jadi mengapa harus divaksinasi?" terangnya.

Jair Bolsonaro mengatakan akan menggratiskan vaksin COVID-19 bagi semua warga Brasil tetapi ini tidak bersifat wajib. Namun Mahkamah Agung Brasil telah memutuskan vaksin wajib dilakukan meski tak bisa "dipaksakan" pada orang.



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)