Senin, 21 Des 2020 18:15 WIB

Alert! Kapasitas Ruang Isolasi RS COVID-19 di DKI Sudah Terisi 85 Persen

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). RSUD Suradadi menjemput salah satu anak buah kapal (ABK) warga Desa Demangharjo, Kabupaten Tegal berinisial II (42) diduga terjangkit COVID-19, karena menderita penyakit demam, batuk dan pilek selama tujuh hari usai pulang melaut dari Taiwan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc. Ruang isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI Jakarta sudah terisi 85 persen. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta -

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan tingkat keterisian tempat tidur isolasi pasien Corona di 98 rumah sakit rujukan COVID-19 di ibu kota sudah mencapai 85 persen, sedangkan untuk ICU mencapai 80 persen.

Pada Minggu (20/12/2020), dari 6.663 tempat tidur isolasi untuk pasien Corona di DKI Jakarta, kini sudah ditempati sebanyak 5.691 pasien. Artinya, kata Widyastuti, kapasitas keterisian tempat tidur isolasi telah mencapai 85 persen.

"Begitu juga kondisi ruang ICU di mana tempat tidur ICU sudah terisi 722 dari 907 sehingga persentasinya 80 persen," ucap Widyastuti dalam keterangan tertulis yang dilihat detikcom dan ditulis Senin (21/12/2020).

Lebih lanjut, Widyastuti mengatakan, lewat Instruksi Gubernur Nomor 55 Tahun 2020, Pemprov DKI berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU.

"Kami menargetkan peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.171 dan ICU sebanyak 1.020 di RS Rujukan COVID-19 Jakarta khususnya RSUD," ucapnya.

Selain itu, Widyastuti juga mengakui dalam beberapa pekan terakhir jumlah kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Per 20 Desember 2020, kasus konfirmasi positif di DKI Jakarta mencapai 163.111 kasus atau meningkat 13,3 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya, yakni 143.961 kasus pada 6 Desember.

"Kami mencatat bahwa kenaikan persentase kasus terkonfirmasi positif signifikan mulai terjadi sejak pertengahan bulan November dan kini stabil di angka 13 persen," jelasnya.

Sementara itu, rata-rata positivity rate kasus COVID-19 harian di DKI Jakarta tercatat stabil di angka 9 persen selama 3 bulan terakhir, yaitu 9,6 persen di bulan Oktober, 9,1 persen pada November, dan 9,6 persen di Desember.



Simak Video "Amankah Tak Pakai Masker Meski Ada Ancaman Hepatitis Misterius?"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)