Rabu, 23 Des 2020 06:45 WIB

8 Gejala Tak Biasa yang Menandakan Seseorang Terinfeksi Corona

Zintan Prihatini - detikHealth
Pasien COVID-19 tanpa gejala berada diruang isolasi mandiri di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/9/2020). Menurut petugas dilokasi saat ini sudah diisi oleh 9 warga berstatus OTG (orang tanpa gejala). Pemerintah kota Bekasi menyiapkan 57 tempat tidur untuk pasien COVID-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga. Pasien COVID-19 tanpa gejala sedang menjalani perawatan (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Ada beragam gejala COVID-19 yang dialami pasien terinfeksi virus Corona. Biasanya, gejala-gejala COVID-19 akan berlangsung selama 2 hingga 14 hari.

Ahli menemukan bahwa gejala tertentu dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau lebih. Dikutip dari Daily Star, ilmuwan Dr Dominic Piment menyebutkan ada 80 persen pasien COViD-19 yang memiliki gejala ringan maupun tidak memiliki gejala sama sekali.

Meski begitu, ada beberapa gejala yang biasanya tak disadari dan mengindikasikan seseorang sudah terinfeksi virus Corona.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut delapan tanda kamu sudah terinfeksi virus Corona.

1. Nyeri dada

Pasien COVID-19 yang telah dirawat selama 36 hari, Kerri Noeth menjelaskan gejala yang dialaminya saat terinfeksi COVID-19 meliputi rasa terbakar dan kesemutan dibagian dada dan leher.

"Terutama jantung berdebar-debar, dan rasa tidak nyaman yang ekstrem di dada dan tulang rusuk saya," ujar Noeth.

2. Anosmia

Salah satu gejala umum yang muncul pada banyak pasien COVID-19 adalah kehilangan kemampuan untuk mengecap dan mencium atau anosmia. Saat pasien terinfeksi virus Corona dengan gejala anosmia, maka nafsu makannya pun akan berkurang. Hal itu yang bisa menyebabkan malnutrisi pada pasien.

3. Vertigo

Vertigo bisa menandakan bahwa kamu sudah terinfeksi Corona. Kondisi ini merupakan sensasi saat merasa pusing dan lingkungan sekitar terasa bergerak atau berputar. Vertigo yang parah bisa menyebabkan hilangnya kemampuan sementara untuk beraktivitas secara normal.

4. Kerusakan jaringan paru-paru

"Kelelahan kronis setelah sembuh dari infeksi COVID-19 mungkin terjadi dan beberapa orang yang pulih terus merasakan gejala pernapasan akibat kerusakan jaringan paru-paru," ujar penasihat kesehatan di Fruit Street Health dan CovidMD dr Ari Bernstein.

dr Bernstein mengungkapkan peneliti menemukan bahwa fibrosis atau pembentukan jaringan ikat yang brelebihan pada organ akibat peradangan di paru-paru, dapat menyebabkan berbagai gangguan pernapasan jangka panjang.

5. Batuk kering

Gejala lain yang menandakan kamu sudah terinfeksi COVID-19 adalah batuk kering. Batuk kering yang muncul dalam COVID-19 disebabkan oleh iritasi pada jaringan paru-paru.

Saat udara memasuki paru-paru dan melewati jaringan yang teriritasi, hal itu memicu batuk.

"Kemungkinan batuk akan tetap ada sampai tubuh Anda benar-benar menyembuhkan jaringan yang rusak," ujar direktur pengobatan gaya hidup EHE Health dr Seema Sarin.

Mudah lupa juga bisa menandakan infeksi COVID-19. Simak di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]