Kamis, 24 Des 2020 21:58 WIB

Tanda-tanda Infeksi Cacing Kremi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Farah Nabila - detikHealth
Young asian girl with head injury resting on bed in hospital Cacingan pada anak (Foto: iStock)
Jakarta -

Penyakit cacingan pada anak umumnya disebabkan oleh cacing kremi. Jenis cacing ini bisa masuk ke dalam tubuh tanpa sengaja. Meskipun cacing kremi tidak akan menyakiti anak, cacing ini dapat menyebar dengan sangat mudah.

"Sangat mudah untuk menyebarkan telur mereka (cacing kremi) pada anak," kata Janice Heard, seorang dokter anak yang tinggal di Calgary, dikutip dari HaiBunda.

Infeksi cacing kremi ini biasa terjadi di kalangan anak usia sekolah. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat, sekitar 50 persen anak-anak di bawah 18 tahun pernah mengalami cacingan.

Anak-anak bisa terkena cacing kremi jika telur cacing kremi menempel di tangan, dan tertelan tanpa sengaja. Hal ini bisa terjadi jika anak bersentuhan dengan orang yang terkena cacingan, debu, mainan, atau sprei yang terinfeksi cacing.

Setelah tertelan, telur masuk ke usus kecil anak, kemudian akan menetas dan bertelur lebih banyak di sekitar anus. Ini bisa membuat bokong anak menjadi sangat gatal. Kadang cacing masuk ke vagina anak perempuan dan membuat area tersebut menjadi gatal.

Nah, jika anak-anak menggaruk bokong, lalu menyentuh mulutnya, mereka akan menelan telur lagi. Ini akan menyebabkan siklus berulang. Jika anak-anak menyentuh barang di sekitar rumah tanpa mencuci tangan, telur tersebut bisa menyebar ke orang lain di rumah.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI



Simak Video "Pria Jakarta Wafat Usai Divaksin, Vaksinasi AstraZeneca Tetap Lanjut"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)