Pedangdut Dewi Perssik mengalami gejala tak biasa COVID-19 yakni ruam kulit. Apa sih yang menjadi pemicu ruam kulit ini?
Ruam kulit menambah daftar panjang gejala COVID-19. Disebutkan bahwa 20 persen dari pasien COVID-19 mengalami gejala ruam kulit saat terinfeksi.
Meskipun COVID-19 sering dianggap sebagai penyakit yang mempengaruhi sistem pernapasan, ruam banyak dilaporkan terjadi pada sejumlah pasien di China dan Eropa yang dirawat di rumah sakit dengan gejala COVID-19 yang parah.
Ruam dapat muncul pada tahap awal terinfeksi COVID-19 atau selama pasien menjalani perawatan. Apa yang menyebabkan gejala ruam bisa muncul pada pasien COVID-19?
Para ahli menyebut ruam pada pasien COVID-19 tidak disebabkan oleh virus itu sendiri, tetapi oleh respons kekebalan tubuh terhadap virus.
Misalnya, penelitian menunjukkan ruam mungkin disebabkan oleh aktivasi berlebihan dari bagian sistem kekebalan. Hal ini mengarah pada kerusakan pembuluh darah yang terlihat pada gejala seperti COVID-19 toes atau purpura yang disebabkan oleh pendarahan di bawah kulit.
"Banyak infeksi virus yang dapat memengaruhi kulit, jadi tidak mengherankan jika kami melihat ruam ini pada COVID-19," kata peneliti Dr Veronique Bataille, konsultan dermatologis di Rumah Sakit St Thomas dan King's College London.
Peneliti menemukan ada tiga tipe umum ruam yang dialami pasien COVID-19 yakni urtikaria atau biduran yang terasa sangat gatal, COVID-19 toes atau jari tangan dan kaki berwarna merah dan keunguan, dan bintik-bintik kemerahan seperti biang keringat. Ruam bisa bertahan selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Para ahli mengatakan COVID-19 dapat menyebabkan ruam kulit di segala usia.
(kna/kna)