Minggu, 27 Des 2020 10:01 WIB

Suami Tulis Wasiat Sebelum Meninggal Akibat COVID-19, Isinya Bikin Mewek

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Suami tulis wasiat sebelum meninggal karena Corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Pandemi Corona membuat banyak orang harus kehilangan orang terdekat. Seperti kisah pilu dari seorang istri yang menerima kenyataan pahit saat suami meninggal karena COVID-19.

Suaminya, Billy Loredo, pria berusia 45 tahun, mengirim email kepada sang istri sebelum ia mengalami masa-masa kritis saat memakai ventilator. Dalam pesan tersebut, ia mendesak sang istri untuk menjalani hidup seperti biasanya jika dirinya tak berhasil melawan COVID-19.

Billy juga menggambarkan indahnya kehidupan rumah tangga yang mereka jalani sebelum akhirnya ia terbaring di RS dengan bantuan alat oksigen. Berdasarkan cerita sang istri, kondisi Billy sempat membaik selama sepekan awal infeksi Corona.

"Dia akan demam di malam hari, tapi tidak sepanjang hari. Selama seminggu dia sebenarnya tampak baik-baik saja," tutur Sonya, istri Billy, dikutip dari Daily Star.

"Tapi setelah itu, selama dua minggu ia berusaha sangat keras melawan COVID-19. Bahkan dirinya berusaha sekuat tenaga untuk tidak memakai ventilator," katanya.

Di masa-masa kritis Billy, Sonya hanya bisa berkata kepada suaminya bahwa ia akan baik-baik saja. Sonya meyakinkan Billy, masa-masa sulit akan segera terlewati.

Ada waktu di mana sang istri tak bisa terus mendampingi suaminya karena sang suami perlu perawatan intensif. Billy Sadar tak akan selamat dari Corona, ia pun menuliskan pesan-pesan terakhir pada istrinya lewat email.

"Kamu adalah orang terpenting dalam hidupku dan aku merindukanmu setiap hari," demikian pesan Billy.

"Saya tahu saya tidak selalu menjadi pria sempurna yang saya inginkan, tetapi saya yakin melakukan yang terbaik. Jika saya berhasil melewati ini, saya berjanji untuk menjadi pria yang lebih baik, dalam Tuhan, dalam hidup, dan sebagai seorang suami," lanjutnya.

"Jika saya tidak berhasil, saya ingin kamu tahu bahwa saya menjalani hidup bahagia yang indah bersama kamu dan tidak akan pernah menukarnya dengan semua kekayaan di dunia," kata Billy.

"Aku juga ingin kamu bahagia dan terus menjalani hidupmu tanpa aku dan tanpa penyesalan. Kita punya waktu dan itu luar biasa. Aku mencintaimu dan sangat merindukanmu. Aku akan terus berjuang. Sayang, Billy."

Billy meninggal pada 13 Desember, kurang dari sebulan setelah tertular COVID-19.



Simak Video "Cara Mudah Bantu 'Memulihkan' Dunia dari Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)