Selasa, 29 Des 2020 10:26 WIB

Bio Farma Pastikan Vaksin Aman Sampai ke Masyarakat

Abu Ubaidillah - detikHealth
Vaksin Corona dari Sinovac telah tiba di Indonesia. Kini vaksin tersebut disimpan di PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Foto: Istimewa/presiden.go.id
Jakarta -

Bio Farma memastikan vaksin yang diproduksi terjamin aman dan terdistribusi dengan tepat sasaran. Hal itu dengan mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan periode monitoring. Sampel darah dari masing-masing relawan akan dites untuk menentukan titer antibodi dan setelah 3 bulan akan dilaporkan hasilnya ke Badan POM untuk mendapatkan emergency use authorization (EUA).

"Sampai saat ini tidak ada kejadian-kejadian yang serius yang akan membuat uji klinik tahap 3 terevaluasi ataupun dihentikan. Sehingga izin dari Badan POM bisa keluar dan kita nanti bisa segera berikan program vaksinasi kepada masyarakat luas," ujar Honesti dikutip dari situs covid19.go.id, Selasa (29/12/2020).

Selain mempersiapkan keamanan vaksin, Bio Farma juga tengah mempersiapkan sistem distribusi ke seluruh Indonesia. Honesti mengatakan dari sistem distribusi tersebut pihaknya telah mengembangkan sistem digital, mulai dari pengemasan yang dikembangkan dengan sistem track and trace.

"Kita akan memberikan semacam QR code, mulai dari kemasan yang primary, secondary, dan juga tertiary. Sehingga nanti vaksin ini benar-benar bisa kita pastikan akan diberikan kepada yang berhak untuk menerimanya," imbuhnya.

Guna menjaga mutu vaksin tetap baik sampai ke masyarakat, Bio Farma juga telah menyiapkan sistem pemantauan suhu pada kemasannya. Tujuannya untuk memastikan selama proses distribusi, vaksin tersebut disimpan pada suhu standar, yakni 2-8 derajat celcius. Ketika penyimpanannya di luar 2-8 derajat celcius, akan segera diberikan notifikasi dan Bio Farma bisa lacak lokasinya.

"Sehingga nanti kita akan lihat, kalau memang masih sesuai dengan standar vaksinnya akan tetap kita berikan. Tapi, kalau seandainya di luar standar nanti akan ditarik, dan kita ganti dengan vaksin yang baru," jelas Honesti.

Semua distribusi rantai dingin juga akan dilengkapi GPS untuk menentukan vaksin itu nanti akan sampai di daerah tujuannya. Menurutnya, distribusi juga suatu hal yang sangat vital dalam proses vaksinasi untuk memberikan jaminan masyarakat mendapat vaksin yang bagus.

Bio Farma bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Telkom Indonesia yang sudah mengembangkan sistem integrasi satu data. Di masing-masing vial vaksin ada kode tertentu yang digunakan untuk dikomunikasikan dengan sistem integrasi satu data.

"Nantinya ada data-data tertentu seperti vaksin ID yang ada di vial-nya vaksin itu sendiri, dan dari customer ID, nanti yang disesuaikan dengan data KTP ataupun data yang ada di Dukcapil. Jadi nanti akan memastikan bahwa vaksin nomor tertentu diterima oleh masyarakat ataupun orang dengan nomor KTP tertentu," tutupnya.

Masyarakat diminta untuk mendukung program vaksinasi, sebab para peneliti dan ilmuwan telah berupaya keras menjamin keamanan dan mutu vaksin COVID-19 yang baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu masyarakat juga diminta tetap menjalankan 3M seperti kampanye #IngatPesanIbu, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.



Simak Video "Cerita Warga Boyolali yang Awalnya Takut Vaksin Kini Berani"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)