Selasa, 29 Des 2020 14:05 WIB

Kemenkes Amankan 660 Juta Dosis Vaksin COVID-19, Sinopharm Tak Termasuk

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksin Covid-19: Negara-negara termiskin di dunia tak boleh terinjak-injak dalam perebutan vaksin corona, menurut WHO Kemenkes amankan 660 juta dosis vaksin COVID-19. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah mengamankan sekitar 660 juta dosis vaksin COVID-19 yang didapatkan dari kerjasama bilateral dan multilateral.

"Kita akan segera menandatangani kontrak dengan AstraZeneca untuk 100 juta dosis vaksin dan segera menandatangani kontrak dengan Pfizer dengan 50 juta adalah firm dan 50 juta opsional," katanya dalam Keterangan Pers Menteri Kesehatan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12/2020).

Berikut rincian pemesanan vaksin COVID-19:

1. Sinovac

  • 3 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi
  • 122 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk
  • 100 juta dosis masih opsional.

2. Novavax

  • 50 juta dosis vaksin
  • 80 juta dosis masih opsional.

3. COVAX/GAVI

  • 54 juta dosis vaksin
  • 54 juta dosis vaksin masih opsional.

4. AstraZeneca

  • 50 juta dosis vaksin dalam finalisasi
  • 50 juta dosis vaksin masih opsional.

5. Pfizer/BioNTech

  • 50 jua dosis vaksin dalam finalisasi
  • 50 juta dosis vaksin masih opsional.

Mengenai pemesanan vaksin yang masih opsional, Menkes Budi mengatakan hal ini akan disesuaikan dengan kerjasama multilateral dari GAVI-COVAX. Mereka disebut akan memberikan vaksin gratis dengan range 3-20 persen dari jumlah penduduk atau 16 juta-100 juta dosis vaksin.

"Itulah sebabnya kami membuat kontrak dengan opsi dari suplier vaksin. Supaya kalau ada kepastian pengadaan vaksin dari GAVI, kita tidak usah ambil dari mereka," ujar Menkes Budi.

"Tetapi kalau vaksin dari GAVI belum bisa ter-deliver sesuai yang kita inginkan, maka kita sudah mengamankan supply dari perusahaan tersebut," lanjutnya.

Soal rencana vaksinasi, Menkes Budi memastikan kelompok pertama yang akan menerima vaksin COVID-19 adalah tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan Corona di Indonesia. Kemudian dilanjut dengan pekerja di sektor publik kemudian masyarakat umum.



Simak Video "Laporkan Ada Embargo Vaksin COVID-19, Menkes: Kita Perlu Hati-hati"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)