Rabu, 30 Des 2020 08:15 WIB

Imbas Ledakan Kasus COVID-19, Beijing Lockdown Lagi!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Residents line up for coronavirus tests at tents set up on the streets of Beijing on Sunday, Dec. 27, 2020. Beijing has urged residents not to leave the city during the Lunar New Year holiday in February, implementing new restrictions and mass testings after several coronavirus infections last week. (AP Photo/Ng Han Guan) Beijing kembali Lockdown. (Foto ilustrasi: AP/Ng Han Guan)
Jakarta -

China menutup 10 area di ibukota Beijing per Selasa (29/12) karena adanya ledakan kasus baru virus Corona di wilayah itu. Penutupan ini kembali dilakukan setelah wabah meledak di Juni dan Juli lalu.

Dikutip dari Channel News Asia, kota tersebut melaporkan 16 infeksi dan 3 kasus asimptomatik sejak 18 Desember. Sebagian besar kasus terjadi di Distrik Shunyi.

Seorang pejabat kota Beijing mengatakan enam distrik, tiga bangunan dan satu zona industri termasuk di antara kawasan yang dikunci. Selain itu pemerintah Beijing juga telah melakukan testing kepada para warga di wilayah yang di lockdown itu serta meningkatkan kewaspadaan darurat.

"Pencegahan dan pengendalian COVID di ibu kota perlu memulai mode darurat," kata juru bicara kota pada konferensi pers.

Pemerintah Beijing mengatakan telah membatalkan pertemuan berskala besar seperti pameran kuil dan acara olahraga, dan mengendalikan acara offline seperti pesta tahunan.

Acara musik live telah dibatalkan dan pertunjukan cahaya Hari Tahun Baru juga dibatalkan. Institusi pendidikan, dari sekolah dasar hingga Universitas Tsinghua telah melarang aktivitas di dalam gedung.

Beijing juga mendesak penduduk untuk tinggal di rumah selama liburan. Pejabat di distrik utara Yanqing dikabarkan akan terus menyalakan pengeras suara untuk menasehati penduduk agar tidak bepergian ke luar wilayah tersebut.



Simak Video "Tarik-menarik Kebijakan Lockdown Pemerintah Pusat dan Pemda"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)