Rabu, 30 Des 2020 16:58 WIB

Kasus COVID-19 Meningkat, RSD Wisma Atlet Masih Mampu Tampung Pasien Corona?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kini isolasi mandiri di DKI Jakarta dianjurkan tidak boleh dilakukan di rumah, telah disediakan tempat khusus seperti salah satunya Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Kasus Corona semakin meningkat, bagaimana ketersediaan bed di sana? (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kasus virus Corona di Indonesia, terutama di DKI Jakarta terus meningkat setiap harinya. Hal ini membuat keterisian rumah sakit yang melayani isolasi dan perawatan pasien COVID-19 mengalami peningkatan, termasuk tempat tidur atau bed.

Untuk di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet bed yang terisi juga telah melebihi standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan keterisian bed sudah mencapai 74,59 persen di tower 4, 6, dan 7.

"Saat ini laporan tadi pagi memang terlihat laporan bahwa ketersediaan (bed) di tower 4, 6, dan 7 untuk melayani pasien-pasien yang bergejala di sana 74,59 persen ini di atas standarnya yang direkomendasi oleh WHO. Tapi memang ini cerminan dari tempat yang kasusnya memang meningkat terus, jadi ini harus dilakukan antisipasi," jelas koordinator RSD COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Dr dr Tugas Ratmono, SpS, MARS, MH, melalui kanal YouTube BNPB, Rabu (30/12/2020).

Menurut Dr Tugas, saat ini ketersediaan bed untuk pasien bergejala masih ada sebanyak 1.124 bed. Jumlah ini dianggap masih cukup untuk menangani pasien hingga beberapa minggu ke depan.

"Jadi menurut saya ini masih cukup untuk beberapa minggu ke depan, tentunya ini kita harus atur untuk masing-masing tower. Ada mungkin tower yang ketersediaannya sedikit, ada yang cukup, ini kita akan atur dari 3 tower itu," ujar dr Tugas.

Mengenai flat isolasi mandiri, dr Tugas mengatakan saat ini jumlahnya masih cukup banyak karena baru terpakai sebanyak 35,55 persen, dan masih tersisa sebanyak 1.055 bed.

dr Tugas juga mengatakan jumlah pasien bergejala yang dirawat saat ini di RSD Wisma Atlet relatif menurun dari sebelumnya. Meski begitu, antisipasi akan terus dilakukan terutama dalam menghadapi masa liburan akhir tahun ini.

"Total saat ini untuk yang dirawat bergejala itu 3.300 pasien, dengan flat isolasi sejumlah 3.855 pasien. Dibanding dengan jumlah kemarin, ini relatif menurun," kata dr Tugas.

"Kemarin sampai 4.000 sekian, jadi ini suatu kondisi yang kita harus antisipasi terus, apalagi ini akan menghadapi liburan dan akan betul-betul kami siapkan mudah-mudahan tidak sampai melonjak," lanjutnya.



Simak Video "Fluktuasi Pasien Keluar Masuk Wisma Atlet: 350-400 per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)