Kamis, 31 Des 2020 17:14 WIB

7 Gejala COVID-19 Terbaru yang Perlu Diwaspadai Termasuk Parosmia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Covid-19: Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona Virus Corona COVID-19. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Virus Corona COVID-19 masih menyimpan begitu banyak misteri. Salah satunya, sejumlah pasien yang mengidap penyakit tersebut bisa mengalami gejala COVID-19 yang berbeda-beda.

Gejala COVID-19 terbaru yang ditemukan adalah parosmia atau distorsi penciuman. Dikutip dari Healthline, parosmia merupakan suatu kondisi terganggunya indra penciuman.

Parosmia bisa menyebabkan penderitanya mengalami 'halusinasi penciuman'. Misalnya seperti bau yang harum mungkin akan tercium busuk.

Kondisi ini pun dialami oleh sejumlah pasien Corona. Seorang ahli bedah telinga dan tenggorokan (THT), Profesor Nirmal Kumar, mengatakan bahwa gejala COVID-19 yang satu ini sangatlah aneh dan unik. Ia menjelaskan, gejala parosmia yang dialami kedua pasiennya akibat COVID-19.

"Yang satu mengatakan saat mencium aroma, bau yang mereka rasakan adalah seperti bau ikan. Dan yang lainnya mencium bau terbakar, meski di sekitarnya tidak ada asap," kata Profesor Kumar yang dikutip dari Daily Star.

"Kami menyebutnya virus neurotropik. Artinya, virus ini mempengaruhi saraf di atap hidung, seperti gangguan pada sistem saraf Anda, dan saraf tidak berfungsi," lanjutnya.

Terkait dengan gejala COVID-19 terbaru, Profesor Kumar mencatat di antara ribuan pasien Corona yang dirawat karena anosmia (hilangnya indra penciuman) di Inggris beberapa mengalami parosmia.

Parosmia merupakan salah satu gejala yang dialami pasien Corona selain batuk, demam, dan sesak napas. Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut sejumlah gejala COVID-19 terbaru yang perlu diwaspadai.

1. Delirium

Delirium merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang akibat terganggunya sistem saraf pusat. Gejala COVID-19 ini umumnya muncul pada kelompok lanjut usia (lansia).

"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata peneliti dari University of Catalonia, Javier Correa.

2. Kelelahan

Berdasarkan studi yang telah diterbitkan di JAMA (Journal of the American Medical Association), kelelahan merupakan salah satu gejala COVID-19 yang dapat bertahan lama setelah seseorang terinfeksi virus Corona.

Studi ini menemukan, sebanyak 53 persen pasien Corona mengalami kelelahan selama sekitar 60 hari setelah pertama kali mengalami gejala COVID-19.

Apa saja gejala COVID-19 terbaru yang lainnya? Klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2